TAMAN WISATA ALAM  (TWA) BATU PUTIH

Dasar hukum, letak dan luas

TWA Batu Putih ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 1049/Kpts/Um/12/81 tanggal 24 Desember 1981 dengan luas 615 Ha.

Secara geografis terletak pada 0130'-0134' Lintang Utara dan 12514'39"-12506'46" Bujur Timur. Secara administrasi termasuk Desa Batu Putih, Kecamatan Bitung Utara, Kotamadya Bitung, Propinsi Sulawesi Utara.

Potensi sumber daya alam

a.  Topografi

TWA Batu Putih berada pada ketinggian antara 0-200 m dpl dengan keadaan lapangan landai, datar dan sedikit berbukit-bukit ke arah yang berbatasan dengan areal cagar alam. Areal yang datar berada di daerah pantai yang meliputi areal 40% dari luas kawasan.

b.  Iklim

Keadaan iklim di TWA Batu Putih berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata tahunan berkisar 2.279 mm dan suhu rata-rata harian antara 23°-24°C.

c.  Flora

Vegetasi yang menyusun TWA Batu Putih di dominasi oleh vegetasi hutan pantai dan vegetasi hutan sekunder seperti : Bitung (Barringtonia sp.), Ketapang (Terminalia catappa), Waru (Hibiscus tiliaceus), Kangkung laut (Ipomoea pescapree), Pandan (Pandanus tectorius), Gora hutan (Eugenia spp.), Kayu telor (Alstonia scholaris), Beringin merah (Ficus benyamina) dan lain-lain.

d.  Fauna

Jenis-jenis fauna yang dapat ditemui antara lain : Anoa (Bubalus depresicornis), Musang sulawesi (Macrogalidia mushenbrochii), Babi hutan (Sus vitatus, S. celebensis), Kus-kus (Palanger ursinus, P. celebensis), Kelelawar (Cynopterus blackyotis), Kera hitam sulawesi (Macaca nigra), Hantu (Tarsius spectrum), Biawak sungai (Varanus salvator) dan lain sebagainya.

e.  Terumbu karang dan satwa lainnya

Kondisi dan keanekaragaman terumbu karang pada lokasi TWA Batu Putih kurang variatif dibandingkan dengan keadaan dan keanekaragaman terumbu karang di lokasi TWA Batu Angus. Terumbu karang yang dapat dijumpai bertipe karang tepi. Beberapa biota laut yang bervariasi dengan terumbu karang antara lain rumput laut, ikan karang, moluska laut dan beberapa biota lainnya yang membentuk suatu ekosistem terumbu karang. Di pantai TWA Batu Putih dijumpai jenis penyu antara lain : Penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), dan Penyu Hijau (Chelonia mydas).

Potensi wisata alam

Disamping unsur-unsur hidupan liar yang menjadi obyek dan daya tarik wisata alam di TWA Batu Putih, juga panorama/gejala alam seperti keadaan pemandangan pesisir pantai yang tenang, berpasir dan berkarang indah dengan ikan-ikan karang yang berwarna-warni, tebing-tebing karang yang curam, beberapa sumber mata air panas di bawah laut serta pemandangan alam hutan.

Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan

Kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan antara lain : penelitian dan pendidikan, mendaki gunung sambil menikmati pemandangan alam, berkemah, wisata tirta, menikmati gejala alam, foto hunting.

Saran kemudahan dan pelayanan

Sarana kemudahan dan pelayanan yang tersedia pada saat ini antara lain : tempat sampah, pintu gerbang, kantor jaga, MCK, tugu batas kawasan, papan nama petunjuk, jalan setapak, cottages, pos lapor pengunjung, stand cinderamata, dan bumi perkemahan.

Pencapaian ke lokasi

Untuk mencapai lokasi TWA Batu Putih dapat ditempuh dengan jalan darat dan atau jalan laut, dengan jalur-jalur sebagai berikut :

Peluang usaha yang dapat dikembangkan

Peluang usaha yang dapat dikembangkan di TWA Batu Putih antara lain : usaha sarana transportasi, usaha sarana penginapan, usaha pemandu wisata, usaha penjualan cinderamata, usaha penawaran paket wisata.


    [ Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam | Menu TWA, SM, CA dan TAHURA ]
    Home | Pembangunan Kehutanan | Peraturan Perundangan | Kehutanan Propinsi | Umum ]
    [ Dari Menteri | Profil | Daftar E-mail | Buku Tamu | Situs Terkait ]