Seperti pada umumnya penduduk asli pedalaman Kalimantan, masyarakat yang berada di sekitar kawasan Taman Nasional Bentuang Karimun sebagian besar berasal dari Suku Dayak. Yang terdiri dari kelompok Suku Dayak Iban, Dayak Taman dan Dayak Bukat.
Salah satu kebiasaan yang terlihat unik dari masyarakat di sana adalah kegemaran menggunakan " Tato" pada kulit mereka.
Bahasa pengantar yang digunakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari adalah bahasa Dayak dan bahasa Melayu/Indonesia.
Mata pencarian penduduk setempat selain berladang dan berburu, mereka juga mengumpulkan berbagai hasil hutan seperti tengkawang dan rotan. Sedangkan hasil hutan yang menjadi primadona di kawasan ini adalah kayu Gaharu (Aqularia macacensis) dan sarang Burung Walet (Coloralia sp).
[ Home
| Info
| Menu Pemb.Kehutanan
| Menu PKA
| Menu Taman Nasional ]