WISATA ALAM DI TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA

Potensi wisata kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya dapat dikelompokkan antara yang terdapat di dalam kawasan dan yang terdapat di luar kawasan.

Keanekaragaman Tumbuhan dan Satwa di Dalam Kawasan

Keberadaan jenis tumbuhan dan satwa yang melimpah merupakan daya tarik utama untuk menghadirkan wisatawan di kawasan ini. Salah satu jenis tumbuhan langka yang ada di kawasan ini, adalah Bunga Fatma Raksasa (Rafflesia sp), yang tumbuh di sekitar Bukit Raya (Kalimantan Tengah).

Sedangkan beberapa jenis satwa yang dapat dengan mudah disaksikan atraksinya adalah beberapa jenis Burung Enggang Gading (Rhinoplax vigil), Enggang Badak (Bucheros rhinoceros) dan Burung Enggang Hitam (Bucheros malayanus). Sedangkan jenis primata yang paling banyak terlihat adalah jenis Owa (Hylobathes moloch).
 

Bentang Darat

Pemandangan yang membentang berwarna hijau seolah tanpa akhir memperlihatkan bentangan hutan dengan struktur tajuknya yang bersusun, terlihat sungguh menakjubkan.


Bentang Daratan

Aliran sungai yang dimulai dari puncak bukit berasal dari air terjun atau riam, menghasilkan aliran sungai di dalam kawasan yang sangat jernih dan indah. Panorama tersebut dapat disaksikan dari dalam maupun dari luar kawasan. Bagi pengunjung yang gemar kegiatan photografi, kondisi ini tentu sangat mendukung kegiatan.

Fenomena Alam

Keindahan panorama alamnya tentu menjadi daya tarik utama untuk menghadirkan pengunjung di kawasan ini. Keberadaan Bukit Raya sebagai gunung tertinggi di Kalimantan (wilayah Indonesia) dengan ketinggian 2.278 m dpl, tentu menyajikan pemandangan yang cukup mengesankan.

Sumber mata air panas di Sungai Bukit Rimban, yang terletak di atas Desa Tumbang Tabulus merupakan fenomena alam lainnya yang menarik untuk dikunjungi. Air terjun dan jeram merupakan bentuk keindahan alam lainnya yang dimiliki kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya. Objek tersebut dapat disaksikan di sekitar pondok wisata (visitor lodge) di Nanga Juoi.
 

Kebudayaan Masyarakat

Kekhasan daerah pedalaman adalah keramah tamahan masyarakatnya, arsitektur bangunannya yang khas dan kebudayaan Dayak dan Melayu yang masih asli. Kondisi ini tentunya merupakan salah satu bagian yang menarik bagi pengunjung taman nasional. Baik untuk tujuan penelitian maupun untuk tujuan wisata.


[ Home | Info | Menu Pemb.Kehutanan | Menu PKA | Menu Taman Nasional ]