Perlebahan dewasa ini merupakan komponen penting dalam pembangunan sektor pertanian dan kehutanan berkelanjutan. Peran lebah madu dalam penyerbukan tanaman memberikan keuntungan ekologis, khususnya bagi kelestarian flora. Sementara produk yang dihasilkan dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi peternaknya.
Ditinjau dari kekayaan alamnya, Indonesia menyimpan potensi besar bagi pengembangan usaha perlebahan. Enam dari tujuh species lebah madu yang dikenal di dunia, merupakan jenis lokal yang secara alamiah terdapat di bumi Nusantara. Beberapa diantaranya bahkan sudah lama dieksploitasi masyarakat untuk diambil madu dan lilinnya. Selain itu, Indonesia memiliki jutaan hektar lahan pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan lebah (bee forage).
Menyadari potensi tersebut, pemerintah sejak awal tahun 70-an telah menggalakkan usaha pembudidayaan lebah madu. Saat ini telah berkembang ratusan apiari, baik yang dikelola secara potensial dalam skala besar, maupun yang berskala kecil sebagai usaha sampingan. Namun demikian, secara kuantitas dan kualitas, perkembangan usaha perlebahan belum cukup menggembirakan dan potensi yang tersedia belum tergali sepenuhnya.
Dalam rangka ikut mendorong usaha pemerintah untuk lebih memajukan perlebahan di Indonesia, Ditjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial, Departemen Kehutanan dan Perkebunan bekerjasama dengan Perum Perhutani dan API Indonesia yang merupakan wadah masyarakat perlebahan, antara lain peternak, pengusaha madu, peneliti, dan pemerhati perlebahan menyelenggarakan Temu Usaha, Pameran Perlebahan dan Musyawarah Nasional API Indonesia. Keputusan dan kesepakatan-kesepakatan dari Temu Usaha, Pameran Perlebahan dan Munas API Indonesia ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan bagi Pemerintah dalam menetapkan kebijakan nasional di bidang perlebahan.
Penyelenggaraan Temu Usaha, Pameran Perlebahan dan Musyawarah Nasional API Indonesia dengan tema "Dengan usaha perlebahan kita tingkatkan perekonomian rakyat pada Millenium III" dimaksudkan untuk mendorong percepatan kegiatan pengembangan perlebahan di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menyamakan persepsi pemerintah dan keinginan masyarakat perlebahan dalam upaya mengembangkan dan memasyarakatkan kegiatan perlebahan dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat dan peningkatan gizi masyarakat serta meningkatnya produksi perlebahan.
Kegiatan Temu usaha, Pameran perlebahan dan Musyawarah Nasional API Indonesia diselenggarakan oleh Departemen Kehutanan dan Perkebunan bekerjasama dengan Perum Perhutani dan API Indonesia yang dilaksanakan pada tanggal 21-22 Maret 2000 di Gedung Manggala Wanabakti Departemen Kehutanan Jalan Gatot Subroto Senayan Jakarta.
Pertemuan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, KH. Abdulrahman Wahid dan dihadiri para Menteri Kabinet Persatuan Nasional, diantaranya Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Menteri Negara Koperasi dan Pengusaha Kecil Menengah, para Duta Besar negara sahabat, serta peserta lain yang terdiri dari pejabat pemerintah yang terkait dalam pengembangan perlebahan, peternak lebah, pemerhati, peneliti, pengusaha perlebahan serta Lembaga Swadaya Masyarakat yang berjumlah ±500 orang.
Pada saat pembukaan Musyawarah Nasional API Indonesia, Bapak Presiden RI berkenan menyaksikan Menteri Kehutanan dan Perkebunan melaksanakan:
Bapak Presiden Yang kami hormati;
Nama saya Sudjai Martadihardja. Saya mewakili Koperasi Nusa Indah dari Bangil, Jawa Timur. Salah satu jenis usaha koperasi kami adalah pemeliharaan lebah Eropa (Apis mellifera) sebanyak + 1.000 koloni dengan anggota 30 orang. Permasalahan yang kami hadapi dalam mengembangkan usaha kami adalah adanya keterbatasan modal, sehingga volume usaha kami sulit ditingkatkan.
Untuk mengatasi permasalahan tesebut, kami menghimbau kepada Bapak Presiden kiranya Pemerintah dapat menyelenggarakan bantuan modal usaha perlebahan berupa kredit berbunga ringan dengan prosedur yang sederhana sehingga dapat dimanfaatkan bagi para peternak lebah untuk pengembangan usahanya.
Selain hal tersebut, menurut hemat kami permasalahah perlebahan mencakup sumber pakan, produksi pengolahan dan pemasaran. Menurut pengamatan kami koordinasi dan kerjasama antar instasni pemerintah sebagai pembina dalam memecahkan permasalahan tersebut masih lemah. Untuk itu kami mohonkan perhatian dari Pemerintah tentang hal ini.
Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.
Bapak Presiden Republik Indonesia Yang Terhormat;
Nama saya Nuhana. Saya peternak lebah Eropa (Apis mellifera) dari Kediri, Jawa Timur. Dalam pengembangan perlebahan di tanah air kita tercinta ini, saya ingin menyampaikan usul kepada Bapak Presiden, bahwasanya Indonesia memiliki prospek bisnis perlebahan yang sangat cerah. Namun, untuk mengembangkan usaha perlebahan di Indonesia dalam skala besar sehingga dapat sejajar dengan negara lain yang maju perlebahannya seperti Republik Rakyat China, Mexico, dan Australia, beberapa upaya penting harus dilaksanakan dan memerlukan uluran tangan Pemerintah.
Usulan kami adalah :
Terhadap pertanyaan tersebut Bapak Presiden menyambut baik dan memahami hambatan dimaksud dan meminta Menhutbun untuk menindaklanjuti misalnya tentang kredit dengan bunga rendah.
Temu usaha perlebahan diawali dengan penyerahan bantuan sarana produksi perlebahan oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan, berupa:
Acara ini dilanjutkan dengan minum madu bersama yang dipimpin oleh Menteri Kehutanan dan Perkebunan.
Acara inti temu usaha perlebahan membahas 6 makalah utama, yaitu :
Selain makalah tersebut di atas, terdapat beberapa makalah penunjang, yaitu :
Pameran Perlebahan dilaksanakan di Lobby Gedung Manggala Wanabhakti Blok I yang diikuti oleh para pengusaha perlebahan, industri produk perlebahan, koperasi perlebahan, peternak lebah yang berjumlah 19 stand, yaitu:
Selain pameran perlebahan, diselenggarakan pula lomba penyajian kue yang berbahan baku madu, diikuti oleh 11 peserta dengan pemenang sebagai berikut:
| Juara I | : | Ny. Edi Suarno (Dharma Wanita Persatuan Badan Planologi Dephutbun) dengan nama kue Puding-Madu| Juara II
| :
| Ny. S. Purnama Gandi (Dharma Wanita Persatuan Itjen Dephutbun) dengan nama kue Puding Black Forest | Juara III
| :
| Ny. Iskandar (Dharma Wanita Persatuan Setjen Dephutbun) dengan nama kue Bolu Kukus Cokelat | Juara Harapan
| :
| Ny. Pinardi Kurniawan (Dharma Wanita Persatuan Ditjen Pengusahaan Hutan Produksi Dephutbun) dengan nama kue Fruit Coklat Cake) | |
Musyawarah Nasional API Indonesia dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2000 di Gedung Rimbawan I Manggala Wanabhakti yang dihadiri oleh 192 peserta, yang terdiri dari para peternak lebah, peneliti, pemerhati, pengusaha perlebahan dari berbagai daerah.
Munas API Indonesia diawali dengan laporan pertanggungjawaban yang disampaikan oleh Letjen (Purn.) Mashudi selaku Ketuan Umum API Indonesia periode 1996 -1999 dan dilanjutkan dengan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta pembahasan program kerja pengurus periode 2000-2003.
Acara Munas yang terakhir adalah pemilihan Ketua Umum API Indonesia periode 2000-2003.
Hasil-hasil Temu Usaha dituangkan dalam rumusan dibawah ini.
Setelah memperhatikan arahan dan pemaparan materi Temu Usaha Perlebahan :
Hasil-hasil Munas API Indonesia dituangkan dalam bentuk rumusan, sebagai berikut :
Ketua Umum terpilih adalah Ir. Abdul Fattah, DS, MBA (Ex-Officio Direktur Utama Perum Perhutani). Pembentukan pengurus API Indonesia periode 2000 - 2003 akan segera dilaksanakan oleh Ketuan Umum bersama 3 orang formatur terpilih yaitu Wawan Darmawan, SE, Ir. Bambang Soekartiko dan Mark Sungkar, MBA dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah tanggal Musyawarah Nasional API Indonesia.
Dengan telah terselenggaranya Temu Usaha, Pameran Perlebahan dan Musyawarah Nasional API Indonesia diharapkan kegiatan pengembangan perlebahan di Indonesia dapat lebih ditingkatkan sehingga produksi perlebahan dan pemberdayaan ekonomi rakyat serta peningkatan gizi masyarakat secara nasional dapat tercapai.