Pengantar

Proyek ITTO PD 389/05 Rev. 2 (F) merupakan proyek kelanjutan proyek ITTO PD 42/00 Rev. 1 (F): Training of Trainers for Sustanaible Forest Management (SFM). Berdasarkan hasil temuan Proyek ITTO PD 42/00 disimpulkan bahwa tidak adanya sistem monitoring kinerja di masing-masing unit manajemen hutan (UMH) merupakan salah satu penyebab lambatnya pencapaian penerapan pengelolaan hutan lestari di Indonesia. Untuk itu perlu penerapan internal monitoring kinerja PHPL yang dilakukan oleh masing-masing UMH. Penerapan internal monitoring ini dapat meningkatkan efektifitas pemantauan yang dilakukan oleh pemerintah kepada seluruh UMH.

Proyek ITTO PD 389/05 dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas/kemampuan sumberdaya manusia pengelola hutan melalui penerapan sistem monitoring kinerja di masing-masing UMH. Untuk mencapai maksud tersebut, kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan dalam proyek ini adalah sebagai berikut:

  • Review terhadap sistem monitoring yang sudah ada serta perbaikan sistem IMPG (yang sudah diformulasikan pada proyek ITTO PD 42/00 Rev.1 (F);
  • Mendesain kurikulum pelatihan, modul pelatihan, termasuk materi pelatihan yang diperlukan dan kriteria peserta;
  • Melaksanakan diskusi panel (expert discussion) untuk mengevaluasi kurikulum pelatihan, modul-modul serta kriteria peserta pelatihan;
  • Menyusun Kerangka Acuan Kerja (Term of Refference) untuk instruktur dan mengadakan diskusi dalam rangka rekruitmen instruktur;
  • Menyusun dan menggandakan bahan-bahan pelatihan;
  • Melakukan kelayakan lokasi pelatihan untuk menentukan lokasi pelatihan di masing-masing region;
  • Menyelenggarakan pelatihan bagi para anggota APHI dan pegawai pemerintah (Departemen Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi/Kabupaten) untuk menerapkan sistem internal monitoring kinerja PHPL di UMH;
  • Menyelenggarakan worskhop untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan IMPG kepada seluruh pihak terkait;
  • Mengadakan kerjasama (APHI dan Dephut) dalam rangka evaluasi dampak pelatihan, khususnya dalam progres pencapaian PHPL yang telah dilakukan oleh para pemegang hak pengelolaan hutan;
  • Melakukan analisis kebijakan pemerintah yang sesuai dengan kondisi saat ini dan kebutuhan yang akan datang;
  • Menyelenggarakan workshop dalam rangka perumusan kebijakan pemerintah dalam rangka penerapan internal monitoring kinerja PHPL.

 

 


Tujuan Jangka Panjang

Mempercepat penerapan pelaksanaan pengelolaan hutan lestari yang dilakukan oleh unit manajemen hutan (UMH) sebagai anggota Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI).

 
 

Tujuan Jangka Pendek

  • Meningkatkan kapasitas/kemampuan sumberdaya manusia (personil) dalam penerapan sistem internal monitoring kinerja PHPL yang sudah diinisiasi dalam proyek ITTO PD 42/00 Rev.1 (F)

  • Memperkenalkan kebijakan pemerintah dalam pengaturan penerapan internal monitoring kinerja PHPL sebagai sebuah kewajiban bagi seluruh unit manajemen hutan (UMH).