|
Tidak adanya sistem pemantauan kinerja internal pengelolaan hutan alam produksi lestari pada tingkat unit pengelolaan hutan, adalah salah satu penyebab lambatnya unit manajemen dalam pencapaian SFM, sebagaimana teridentifikasi pada proyek ITTO PD 42/00 Rev.1(F): Training of Trainers for Sustainable Forest Management. Untuk itu perlu tersedianya instrumen yang dapat memberikan guideline kepada setiap unit manajemen hutan (UMH) dalam pemantauan internal kinerja pengelolaan hutan alam produksi lestari, yang disebut dengan Internal Monitoring Performance Guideline (IMPG).
IMPG didesain untuk membekali UMH dalam pemenuhan standar evaluasi kinerja PHAPL baik yang bersifat voluntary maupun mandatory. IMPG disusun berdasarkan hasil sintesis 3 standar, yaitu PHAPL Skema Dephut, C&I ITTO PD 42/00 dan Standar Legalitas Kayu (Draft Final).
Melalui Project ITTO PD 389/05, IMPG akan diterapkan dan disebarluaskan kepada seluruh UMH melalui serangkaian kegiatan pelatihan (training). Pelatihan didesain untuk membekali UMH dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap untuk menerapkan sistem monitoring internal (participatory appraisal) dalam rangka pencapaian PHAPL.
Pelatihan dirancang dengan mengembangkan metode pembelajaran orang dewasa (andragogy methode) yang meliputi serangkaian bahan ajar, baik dalam bentuk teori, praktek, simulasi dan games. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat menyusun rencana kerja yang dapat diimplementasikan di areal kerjanya sebagai alat untuk internal monitoring kinerja PHAPL. Untuk mengetahui efektifitas dari pelaksanaan pelatihan, akan dilakukan evaluasi dampak penerapan internal monitoring kinerja PHPL melalui kegiatan monitoring yang akan dilaksanakan oleh suatu tim gabungan Departemen Kehutanan dan APHI. |