Buku Tamu
Buku Tamu adalah forum untuk bertanya, memberikan saran dan masukan mengenai pelayanan seputar Website Kementerian Kehutanan ( www.dephut.go.id ). Tidak diperkenankan menggunakan forum ini untuk menyebarkan fitnah, menuduh tanpa bukti atau mengungkapkan yang terkait dengan politik, suku, agama dan ras. Admininstrator sistem memiliki hak mutlak untuk menghapus topik-topik yang menyangkut hal-hal diatas. Apabila terdapat komentar yang kurang etis dan tidak mematuhi ketentuan tersebut, administrator akan menghapus komentar tersebut tanpa menyampaikan konfirmasi kepada pengirim.

Isi Buku Tamu
Greener Borneo  | email | 04-04-2014
Assalamu'alaikum bapa menteri yang terhormat. saya tidak tau harus memulai kalimat saya dari mana. yang pasti jujur dari lubuk hati yang paling dalam saya sangat menyesalkan atas apa yang terjadi dengan hutan yang ada di Indonesia, terutama dengan hutan Kalimantan. Hutan kami setiap menitnya makin menyusut dan menghilang. mungkin lebih tepatnya hutan kita tercinta. kenapa harus ada penambangan, perkebunan sawit, dan lainnya yang harus mengorbankan hutan. Apakah tidak ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menanggualangi permasalahan ini ? kalau terus dibiarkan lama-lama, mungkin 20 tahun mendatang Indonesia hanya akan menjadi gurun sahara. sekumpulan pulau yang tandus. Tinggal cerita. saya sangat iri dengan negara-negara lain yang begitu sangat menghargai hutan mereka, menjaga dan melindunginya dari tangan-tangan jahil, itu karena mereka sadar itu milik mereka yang paling berharga dan mereka harus menjaganya dengan sebaik mungkin demi generasi dan anak cucu mereka mendatang. Karena yang mereka punya cuma itu. tapi Indonesia, yang katanya kaya akan alamnya, surga segala flora dan fauna, paru-paru dunia. tapi kenapa justru tidak berusaha untuk menjaga, melindungi dan melestarikannya. saya pernah membaca sebuah artikel, katanya 60% hutan Amazon adalah wilayah Brazil, dan merupakan 40% penyumbang paru-paru dunia, dan 100% seluruh kawasan hutan tersebut masih terjaga kelestarian dan habitat alamnya, itu karena pemerintah Brazil lebih mementingkan keseimbangan alam dunia daripada pundi-pundi uang demi memperkaya diri. sedih rasanya hati ini, kenapa pemerintah Indonesia tidak bisa seperti negara Brazil. dengan segala kerendahan hati saya meminta kepada Bapa, tolong lebih memperhatikan lagi hutan Indonesia. tolong lindungi hutan kita tercinta. tolong tanggulangi lagi masalah hutan yang kian hari kian menipis oleh akibat dari pembukaan lahan perkebunan sawit. jangan sampai kita menyesal dikemudian hari. save our Borneo.

Noer  | email  | http://noerdblog.wordpress.com/ | 29-03-2014
Menurut Pasal 49 PP. No. 28 Tahun 2011, salah satu upaya pemberdayaan masyarakat di kawasan konservasi diantaranya dilakukan melalui pengembangan desa konservasi. Hingga saat ini pelaksanaan desa konservasi mengacu pada Permenhut No. P.19/Menhut-II/2004, dan Permenhut No. P.67/Menhut-II/2011. Namun, dua Permenhut ini belum mengakomodir tentang pelaksanaan desa konservasi yang dilaksanakan oleh Pemda yg memiliki kewenangan mengelola kawasan Tahura. Untuk itu mohon dilakukan revisi terhadap ketentuan-ketentuan ini.
Comment by Admin
Peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan terkait teknis pelaksanaan desa konservasi yang dilaksanakan oleh Pemda yang berhubungan dengan Pengelolaan Tahura memang belum belum ada.Terima kasih atas saran dan masukan yang konstruktif.

suswanto  | email  | http://www.example.com | 26-03-2014
bagaimana ya mau ikut lomba foto kehutanan kok syaratnya agak sulit bagi teman2 yang baru belajar IT,kalau bisa lebih mudah lewat pos atau dengan dua cara.terimakasih

Purnawan  | email | 25-03-2014
Selamat siang, Perusahaan saya hendak membayar PNBP izin penggunaan/pinjam pakai kawasan hutan sehubungan dengan eksploitasi batubara dan sarpras. Saya butuh informasi berapa kode-kode/angka pengisian pada form SSBP untuk hal ini yaitu di point B1 sd B6 dan point C serta no rekening kas negara. Saya sudah berusaha mencari tahu dengan berbagai cara namun tidak mendapatkan hasil yang pasti dan benar, dan untuk menghindari kekeliruan dalam pembayaran mohon diinformasikan ke alamat e-mail saya. Terima kasih.

didit mardiyanto  | email  | http://www.example.com | 10-03-2014
salam di manakah saya bisa membeli bibit sengon/jabon yang resmi dan terdaftar di kemenhut RI

menuk  | email  | http://ecoessence.net | 11-02-2014
mohon informasi mengenai madu
Comment by Admin
Informasi mengenai madu, bisa dilihat pada website Badan Litbang Kehutanan di http://www.forda-mof.org/ baik di menu publikasi maupun berita.Smoga bermanfaat

Andi  | email  | http://www.example.com | 31-01-2014
standar biaya untuk tata batas kawasan di atur menteri atau tidak? kalo memang d atur mohon info mengenai permen atau kepmen yang mengatur. trims sebelumnya
Comment by Admin
Thus it is gluten free diet on a shoestring budget Rice and maize, for example, are sometimes called gluten but their proteins lack gliadin, differentiating them gluten sensitivity from wheat gluten. gluten free diet immune system It is very important to also check product khorasan wheat labels. jra gluten free diet How to Develop and Maintain khorasan wheat a Gluten-Free Diet: Removing gluten from the diet is difficult because grains are used in the preparation of many foods. gluten free diet menstrual cycle This disease is a kind of jolada rotti disorder of the small intestine in a human body and is possible to happen to people from any age group. gluten free low residue diet recipes Due to this, einkorn wheat the popularity of gluten free diet foods is on the rise. .

Tina  | email  | http://www.example.com | 20-01-2014
PANGKALPINANG, BANGKA POS -- Setelah hampir 3 (tiga) tahun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), akhirnya masa pelarian mantan Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Baturusa - Cerucuk provinsi kepulauan Bangka Belitung, Ir Yeni Fetra (53) Selasa (14/1) malam berakhir. Yeni Fetra berhasil ditangkap oleh petugas Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Kejati Babel) di Padang Provinsi Sumatera Barat. Yeni Fetra diamankan lantaran tersandung perkara tindak pidana korupsi (tipikor) atas proyek pembangunan gedung kantor BP DAS Baturusa - Cerucuk Provinsi Babel tahun anggaran 2008 hingga negara dirugikan mencapai sebesar Rp 888 juta. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Babel Ariefsyah Mulia Siregar SH menjelaskan Yeni Fetra merupakan satu dari tiga tersangka kasus korupsi kantor BP DAS Baturusa - Cerucuk dan saat itu menjabat pejabat pembuat komitmen (PPK). Dua orang tersangka lainnya yakni Srikandi dan M Arsyad (Kontraktor dan Sub Kontraktor) sudah dieksekusi dan menjalani hukuman penjara. Ariefsyah menambahkan, Yeni Fetra sebelumnya pada tanggal 11 Januari 2011 lalu sudah divonis oleh putusan Pengadilan Negeri kota Pangkalpinang dengan hukuman penjara selama 1 tahun ditambah denda sebesar Rp 50 juta. Begitu pula ketika kasus tersebut naik banding akhirnya putusan Pengadilan Tinggi Babel di tahun 2011 malah menambahkan hukuman kurungan penjara selama 2 tahun dan denda Rp 50 juta. Terlebih lagi dalam putusan Mahkamah Agung (MA), tersangka Yeni Fetra menolak kasasi atas kasus korupsi itu. Ariefsyah mengatakan tersangka Yeni memang sedang berada di Padang, Sumatera Barat dan sorenya diperkirakan tiba di bandara Pangkalpinang guna dibawa langsung ke Lapas Tuatunu Pangkalpinang. "Tersangka sore nanti baru tiba di Bangka. Selanjutnya tersangka Yeni langsung dibawa ke Lapas Tuatunu," kata Ariefsyah saat ditemui di kantor Kejati Babel, Rabu (15/1).