| Taman Nasional Kelimutu |
![]() |
Taman Nasional Kelimutu memiliki topografi daerah yang bergelombang mulai ringan sampai berat dengan relief berbukit-bukit sampai bergunung-gunung. Beberapa tumbuhan yang terdapat di Taman Nasional Kelimutu antara lain kayu mata (Albizia montana), kebu (Homalanthus giganteus), tokotaka (Putranjiva roxburghii), uwi rora (Ardisia humilis), longgo baja (Drypetes subcubica), toko keo (Cyrtandra sp.), kayu deo (Trema cannabina), dan kelo (Ficus villosa). Taman Nasional Kelimutu merupakan habitat sekitar 19 jenis burung yang terancam punah diantaranya punai Flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdil (Pericrocotus lansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap Flores (Monarcha sacerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris). |
Dari empat jenis mamalia endemik taman nasional ini, yang sering dijumpai adalah dua tikus gunung Bunomys naso dan Rattus hainaldi.Di taman nasional ini dapat dijumpai beberapa satwa seperti banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus). |
Sedangkan biota laut yang berada di sekitar
Pulau Menjangan dan Tanjung Gelap terdiri dari 45 jenis karang diantaranya
Halimeda macroloba, Chromis spp., Balistes spp.,
Zebrasoma spp., dan Ypsiscarus ovifrons; 32 jenis ikan
diantaranya ikan bendera (Platax pinnatus), ikan sadar (Siganus
lineatus), dan barakuda (Sphyraena jello); 9 jenis molusca
laut diantaranya kima selatan (Tridacna derasa), triton terompet
(Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).
|
![]() |
Kekayaan alam yang dimiliki Taman Nasional Kelimutu ditunjang oleh seni budaya berupa rumah adat, tarian tradisional dan kerajinan tenun ikat yang merupakan ciri khas masyarakat setempat. Pembuatan tenun ikat sangat menarik perhatian pengunjung, karena didasari oleh seni dan imajinasi yang sangat tinggi dan berbeda dengan pembuatan tenun ikat lainnya di Indonesia. Lokasi/obyek yang menarik untuk
dikunjungi: Musim kunjungan terbaik: bulan Juli s/d September setiap tahunnya. Cara pencapaian lokasi: Menggunakan pesawat terbang
Kupang-Ende selama sekitar 40 menit atau Bima-Ende selama sekitar 90 menit.
Selanjutnya dari Ende ke desa terdekat yaitu Desa Koanara sekitar 93 km
(± 3 jam). Kemudian dari Desa Koanara-Desa Koposili-Desa Manakuko-Puncak
Danau Kelimutu berjalan kaki sekitar 2,5 jam. |
| Kantor : Jl. Achmad Yani No. 34 Ende Flores, Nusa Tenggara Timur Telp. (0381) 22478 |
| Dinyatakan --- Ditunjuk : Menteri Kehutanan, SK No. 279/Kpts-II/92 luas 5.000 hektar Ditetapkan : Menteri Kehutanan, SK No. 675/Kpts-II/97 Luas : 5.356,5 hektar Letak : Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur Temperatur udara : 25° - 31° C Curah hujan : 1.600 – 3.300 mm/tahun Ketinggian tempat : 1.500 – 1.731 meter dpl Letak geografis : 8°43’ - 8°48’ LS, 121°44’ - 121°51’ BT |