TAMAN NASIONAL BATANG GADIS
Upaya Mewariskan Hutan Bagi Anak Cucu
Mandailing Natal, Sumatera Utara


MANDAILING

Karya Willem lskander

O...Mandailing Raya!
Tanah tempat aku dilahirkan
Yang diapit gunung yang tinggi
Yang ditatap gunung berasap
Asapnya mengepul terus

Gunung Sihite di hulu
Berhadapan dengan Gunung Barerang
Punggungnya mendukung Lubu
Keningnya menghadap Gunung Sigantang

Jika kupandang ke utara
Seraya menatap ke timur laut
Kulihat tegak Lubuk Raya
Dan mengerling Gunung Malea

Ada orang luar
Yang berdiam di Panyabungan
Karena perutnya sudah buncit

Jika kupandang dari Bania
Kulihat air Batang Gadis
Berkelok-kelok alirannya
Kiri Kanan juar berbaris

Biarpun ia sungai yang keruh
Besar sekali manfaatnya
Segenap saluran penyiran sawah
Ke sanalah muaranya

O pemilik sawah yang luas
Jika engkau tabur sebakul bibit
Engkau peroleh enam bakul kembali
Engkaulah yang paling kuat menjual padi

Apakah gerangan
Sebabnya tidak ramai?
Katakanlah biar aku dengar

Dihilir Batang Angkola
Teringat Aek Godang
Seolah berbalik ia kembali
Karena sempit aliran ke Batang
Singkuang

Jika hujan turun
Sungaipun banjir
Karena sempit tempat mengalir
Jadi ke daratlah melimpah

ltulah sebabnya
maka banyak rawa rawa
Uapnya keluar dan dalam
Pastilah dernam yang dibawanya

Bukan hanya itu
Penyebab dagang tidak berhasil
masih ada lagi
Tor Palogat tidak dapat dilalui pedati

Tetapi sekalipun begitu
Kebaikannu masih kurang
Engkau tidak kusia-siakan
Sebab di sinilah aku pertama kali
melihat terang

Tinggallah sayang
Entah berapa tahun aku tidak tahu
Jika aku melihat engkau kembali
Janganlah lagi masih bodoh

Ketika kita berpisah
Aku masih berpesan kepadamu
Jangan lupa menasihati anak
Mencari ilmu yang benar


KEMBALI KE:

Tim Editor

Sambutan Tentang TN Batang Gadis SK. Penunjukan