|
Taman Nasional Batang Gadis |
|
Dengan peresmian taman nasional ini, akhirnya aspirasi, ambisi dan patriotisme masyarakat Mandailing Natal terpenuhi. Sehingga hal ini terpenuhi pula fungsi taman nasional untuk melindungi jasa-jasa ekologis hutan alam dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan harkat hidup masyarakat guna penyediaan air yang teratur bagi persawahan, perkebunan rakyat dan perikanan darat. Demikian pula taman nasional akan memenuhi perlindungan nilai-nilai konservasi global dari kekayaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat nantinya bagi kemaslahatan umat manusia di masa depan. Semangat patriotik masyarakat Mandailing Natal timbul, karena hasrat untuk mewariskan kehidupan yang lebih layak bagi generasinya saat ini maupun pada masa akan datang. Pembentukan Taman Nasional Batang Gadis dapat tercapai karena adanya dukungan dari organisasi masyarakat setempat, lembaga-lembaga swadaya masyarakat seperti Conservation International Indonesia dan Yayasan Batang Gadis serta badan-badan swasta lainnya. Peresmian Taman Nasional Batang Gadis menunjukkan bahwa rakyat Mandailing Natal tetap konsisten untuk turut meningkatkan harkat dan martabat bangsa di muka dunia yang akhir-akhir ini tercemar dengan meningkatnya perusakan hutan alam di Indonesia. Peresmian pembentukan dan pengembangan Taman Nasional Batang Gadis merupakan langkah awal dan komitmen baru bagi Pemerintah Kabupaten untuk lebih menyesuaikan kebijakan pembangunan daerahnya, agar lebih dapat berjalan seiring dengan pencapaian tujuan pengembangan taman nasional. Disamping itu hal ini juga merupakan upaya desentralisasi dan dekonsentrasi pengurusan kawasan pelestarian alam. Karena diharapkan pengurusan taman nasional nantinya akan dikelola secara multi-pihak dengan melibatkan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, masyarakat setempat dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat. Terima kasih lbu Presiden, keberanian ini akan dicatat oleh sejarah.
Penyabungan, 15 Mei 2004 Bupati Mandailing natal TTD Amru Daulay, SH |
|
KATA PENGANTAR KEPALA DINAS KEHUTANAN KABUPATEN MANDAILING NATAL |
Saya menyampaikan penghargaan
setinggi-tingginya kepada para pihak yang telah memberikan kontribusi
pemikiran dan bantuannya, atas upaya pembentukan Taman Nasional Batang Gadis,
seluas 108.000 hektar oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia.Pembentukan Taman Nasional Batang Gadis mempunyai pengertian bahwa negara telah secara langsung menghormati, mengakui dan memberdayakan kearifan lokal yang telah dipunyai masyarakat asli Mandailing dalam menjaga hutan alamnya selama ini. Contohnya seperti tempat keramat naborgo-borgo dan harangan rarangan (hutan larangan) dalam melindungi hutan alam beserta sumber air di dalamnya. Atau adanya sistim lubuk larangan yang secara langsung dapat diintegrasikan ke dalam pengelolaan taman nasional. Pengelolaan Taman Nasional Batang Gadis akan dikembangkan secara kolaboratif yang lebih inklusif dengan lebih banyak melibatkan para pihak dalam pengelolaannya. Pemerintah pusat dalam hal ini akan terbantu oleh pemerintah daerah dan para pihak lainnya dalam mengamankan eksistensi Taman Nasional Batang Gadis. Disisi lain juga akan menciptakan keseimbangan kontrol yang sama besar antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga-lembaga swadaya keberadaan jasa ekologis taman nasional lebih dapat terlindungi dalam jangka panjang. Adanya taman nasional ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat setempat dan dipergunakan sebagai modal penggerak pembangunan Kabupaten Mandailing Natal secara terus menerus. Demikian sambutan ini disampaikan. Terimakasih.
Penyabungan, 15 Mei 2004 Kepala Dinas kehutanan Kab. Mandailing Natal TTD Ir. Budi Ismoyo |
Fifty years ago, Sumatra was covered by
millions of hectares of rainforest that stretched the entire length of the
island. Today, less than 40 percent of Sumatra's original natural forest
remains - home to some of the world's most unique species, including the
Sumatran elephant, Sumatran tiger, Sumatran rhino and Sumatran orangutan.
Because of the immediacy of the crisis facing these forests, actions for
protection must be rapid and efficient - these irreplaceable species could be
lost within the next few decades.The establishment of Batang Gadis National Park undoubtedly is one of the most important conservation developments in Indonesia in recent years. Its 'bottom up' development, spurred by the tireless energy of Governor of North Sumatra, Tengku RizalNurdin, and Bupati Madina, Amru Daulay S.H. hold great promise as a model for National Park development throughout the country. The vision and commitment of these leaders to sound natural resource management demonstrates a keen and insightful view toward long-term benefits, from which local people will ultimately receive great returns, rather than short-term gain. This shift to the long-term view is essential if Sumatra's unique biodiversity is to persist in perpetuity, and if its people are to have healthy and flourishing lives. Sadly, this Park was born out of tragedy when severe flooding killed nearly 200 people in the Bukit Lawang in November 2003. This disaster brought a great deal of attention to the issue of illegal logging - and helped local people to realize their responsibility for protection of the local environment and natural resources. Batang Gadis National Park is particularly important because its establishment comes from local people who feel a strong sense of ownership, who have a stake in its success, and who will benefit from its environmental services such as erosion control and water catchment. We at Conservation international join President Megawati Soekarnoputri in celebrating the declaration of this important National Park - and to ensuring the survival of the rich species living within, whose continued existence depends on us all.
Russel A. Mittermeier President, Conservation International |
Dukungan penuh diberikan oleh Conservation International atas terwujudnya
kawasan konservasi baru yaitu Taman Nasional Batang Gadis, karena menurut kami
Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan sebuah contoh yang baik dimana
pemerintah daerahnya secara pro-aktif menyuarakan perlunya melindungi kawasan
hutan di daerah. Bahkan tanggal 31 Desember 2003 lalu, masyarakat, Ketua DPRD,
tokoh adat dengan dipimpin oleh Bupati Amru Daulay, SH, mendeklarasikan
ketetapan mereka untuk komitmen untuk memelihara hutan dan membudayakan kerja
keras.
Usaha-usaha Conservation International Indonesia di Madina sebenarnya hanya merupakan sebuah jembatan untuk mengantarkan cita-cita itu. Lembaga kami ini hanya bertindak sebagai fasilitator sehingga kawasan konservasi baru bisa diwujudkan sesuai dengan permintaan masyarakat setempat. Selain itu kami berupaya membantu masyarakat Madina untuk menunjukkan bahwa taman nasional bermanfaat bagi masyarakat setempat dan pemerintah daerah baik secara ekologi, ekonomi dan sosial budaya. Madina masih memiliki kawasan tutupan hutan yang baik. Hutan inilah yang selama menyelamatkan masyarakat Madina dengan ini menjadi daerah cadangan air yang memenuhi kebutuhan atas air bersih bagi seluruh masyarakat Madina. Selain itu, survei Keanekaragaman hayati memperlihatkan bahwa kekayaan hayati kawasan ini sangat tinggi. Menjaga taman nasional diperlukan suatu usaha bersama, baik dari pemerintah, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat lainnya. Sehingga kawasan konservasi ini akan terjaga dengan baik, terbebas dari illegal logging, perburuan liar dan lain-lain yang bisa merusak keutuhan Taman Nasional Batang Gadis ini, apabila kita bekerjasama untuk mewujudkannya. Mari kita jaga bersama. Regional Vice President
Jatna Supriatna, PhD |
| KEMBALI KE: | |||
| Puisi | Tentang TN Batang Gadis | SK. Penunjukan | |
|
Tim Editor |
Kata Sambutan | Tentang TN Batang Gadis | SK Penunjukan |