PERLINDUNGAN HUTAN DAN KONSERVASI ALAM
FOREST PROTECTION AND NATURE CONSERVATIO
N
 

Tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam adalah merumuskan dan melaksanakan kebijakan dibidang perlindungan hutan, penanggulangan kebakaran hutan, konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati, serta wisata alam dan pemanfaatan jasa lingkungan.

Perlindungan hutan meliputi pengamanan hutan, pengamanan tumbuhan dan satwa liar, pengelolaan tenaga dan sarana perlindungan hutan dan penyidikan.

Perlindungan Hutan diselenggarakan dengan tujuan untuk menjaga hutan, kawasan hutan dan lingkungannya, agar fungsi lindung, fungsi konservasi dan fungsi produksi dapat tercapai secara optimal dan lestari. Perlindungan hutan ini merupakan usaha untuk :

  1. Mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, bencana alam, hama serta penyakit.

  2. Mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi serta perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan.

Penanggulangan kebakaran hutan meliputi pengembangan sistem penanggulangan kebakaran, deteksi dan evaluasi kebakaran, pencegahan dan pemadaman kebakaran, dan dampak kebakaran.

Konservasi kawasan dan keanekaragaman hayati meliputi pengelolaan dan pendayagunaan kawasan konservasi serta pemberdayaan masyarakat sekitar taman nasional, taman wisata, taman hutan raya, kawasan suaka alam, hutan lindung dan taman buru.

Konservasi keanekaragaman hayati meliputi konservasi jenis dan genetik, konservasi ekosistem esensial, pengembangan lembaga konservasi, penangkaran tumbuhan dan satwa liar, tertib peredaran tumbuhan dan satwa liar.

HUTAN KONSERVASI

Hutan Konservasi adalah kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.

Hutan konservasi terdiri dari :

  • Kawasan hutan Suaka Alam (KSA) berupa Cagar Alam (CA) dan Suaka Margasatwa (SM);

  • Kawasan hutan Pelestarian Alam (KPA) berupa Taman Nasional (TN), Taman Hutan Raya (TAHURA) dan Taman Wisata Alam (TWA); dan

  • Taman Buru (TB).

Kawasan hutan Suaka Alam (KSA) adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan.

Kawasan hutan Pelestarian Alam (KPA) adalah hutan dengan ciri khas tertentu, yang mempunyai fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya

Masing-masing bagian dari KSA dan KPA dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut :

  • CAGAR ALAM (CA) adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan perkembangannya berlangsung secara alami.

  • SUAKA MARGASATWA (SM) adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dn atau keunikan jenis satwa bagi ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan kebanggaan nasional yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

  • TAMAN NASIONAL (TN) adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya tumbuhan dan atau satwa, pariwisata dan rekreasi. Pengelolaan Kawasan Taman Nasional dilakukan oleh Pemerintah.

  • TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan jenis asli yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya tumbuhan dan atau satwa, budaya, pariwisata dan rekreasi. Pengelolaan Kawasan Taman Hutan Raya dilakukan oleh Pemerintah.

  • TAMAN WISATA ALAM (TWA) adalah kawasan pelestarian alam dengan tujuan utama untuk dimanfaatkan bagi kepentingan pariwisata dan rekreasi alam. Pengelolaan Kawasan Taman Wisaha Alam dilakukan oleh Pemerintah.

  • TAMAN BURU (TB) adalah kawasan hutan yang di tetapkan sebagai tempat wisata berburu.

Sampai dengan tahun 2002, komposisi hutan konservasi di seluruh Indonesia yang ada di daratan dan laut diuraikan pada Tabel-5 di bawah ini :

Tabel-5. Komposisi Hutan Konservasi di Seluruh Indonesia Sampi Dengan Tahun 2002 

Jenis Hutan Konservasi

Konservasi Darat

Konservasi Laut

 

Unit

Luas

Unit

Luas

Cagar Alam

169

2.683.898

8

211.555

Suaka Margasatwa

52

3.526.343

3

65.220

Taman Wisata

84

282.086

18

765.762

Taman Buru

14

225.993

-

-

Taman Nasional

35

11.291.754

6

3.680.936

Taman Hutan Rakyat

17

334.336

-

-

 

 

 

 

 

Total

371

18.344.410

35

4.723.474

 EKSPOR SATWA DAN TUMBUHAN

Perdagangan ke luar negeri/ ekspor satwa dan tumbuhan liar dari alam serta hasil penangkaran seperti ikan arwana dan buaya telah menghasilkan penerimaan negara yang cukup besar.  Selama tahun 2002 perkiraan penerimaan negara dari ekspor tumbuhan dan satwa liar mencapai 2,12 juta US $,  terbesar dihasilkan dari ekspor ikan arwana yang mencapai 1,32 juta US $.

KEBAKARAN HUTAN

Luas kebakaran hutan berdasarkan laporan yang masuk ke Ditjen PHKA dari daerah (Unit Pelaksana Teknis) selama tahun 2002 untuk seluruh kawasan hutan di Indonesia seluas 35.497 Ha. Berdasarkan fungsinya kejadian kebakaran hutan terluas terjadi di areal hutan produksi dan taman nasional, masing-masing seluas 15.397 Ha dan 15.752 Ha. Data tersebut hanya berdasarkan laporan yang terekam oleh UPT Departemen Kehutanan di daerah.

 

Main tasks of DG of Forest Protection and Nature Conservation are to formulate and conduct policies related to forest protection, forest fire controlling, forest land and biodiversity conservation, nature tourism  and environmental services. Forest protecting consist of forest secure including flora and fauna, forest rangers and investigation.

The aim of forest protection are to secure forest, forest land, and its environment in order to get sustainable and optimal functions of the forest e.g. protection, conservation, and production.  Concerns of the forest protection are :

  1. To reduce forest degradation caused by human being, cattle, fire, pest and disease, and so on. 

  2. To saveguard the state, people and private rights upon forest, forest land, forest product and investation and infrastructure related to the forest management.

Forest fire management consists of forest fire prevention, improved forest fire detection and evaluation, forest fire fighting and its impacts.

Conservation of forest land consist of management and utility of the conservation area and empowering people surround e.g. national park, natural movement, wildlife sanctuary, grand forest park, natural reserve, and protection forest, etc. 

Conservation of biodiversity consist of conservation species and gene, essential ecosystem, conservation capacity building, trade of wildlife flora and fauna, etc.

CONSERVATION FOREST

Conservation forest consist of terrestrial conservation and marine conservation, namely :

  • Wildlife sanctuary  including nature reserve and wildlife reserve.

  • Natural preservation include national park, grand forest park, and recreation park; and

  • Hunting park.

Terestrial and marine conservation area distribution up to 2002 as figured at Table III.1.1. While list of marine conservation area of 4,626,883 ha are figured at Table III.1.2

National Park Area in Indonesia around 14,972,690 ha consisting of 35 units of terrestrial and 6 marines as listed at Table III.2.1. Meanwhile, there are recreation parks in 2002 about 84 units terrestrial and 18 marine with the total area of 1,047,848 ha. Other park is Grand Forest Park that are listed at Table III.2.3 with area about 334,336 ha (17 units).

The total visitor at national parks including recreation, research, and study during 2002 are 336,028 people. Meanwhile visitors to recreation parks about 390,255 people. Most of them are domestic visitors.  Visitors to Grand Forest Parks during 2002 only 45 people.

Up to 2002, the extent of conservation forest in Indonesia are :

Table-5. Forest Conservation Area in Indonesia in 2002 

Conservation Type

Terrestrial

Marine

 

Unit

Area (ha)

Unit

Area (ha)

Nature Reserve

169

2,683,898

8

211,555

Wildlife Reserve

52

3,526,343

3

65,220

Recreation Park

84

282,086

18

765,762

Hunting Park

14

225,993

-

-

National Park

35

11,291,754

6

3,680,936

Grand Forest Park

17

334,336

-

-

 

 

 

 

 

Total

371

18,344,410

35

4,723,474

 FLORA AND FAUNA

During the last 10 years from 1993 to 2002 the protected wildlife in Indonesia are figured at Table III.3.1. This table indicated that in Indonesia there are mamalia about 70 species, aves 93 species, reptile 31 species, fish 7 species, etc. In addition, there are protected plant as such rafflesiacea 29 species, dipterocarpacea 13 species, palmae 14 species, etc.

Exchange of flora and fauna amongs countries in the world are also happens, for example Indonesia and China as figured at Table III.3.2

Figure of export of wildlife and plants during year of 2002 are figured at Table III.3.3. The table indicated class, quota, realization, and royalty. The wildlife that exported are mamalia, reptile, amphibia, aves, fish and molusca. Reptiles are the most importing wildlife exported from Indonesia . The royalty from wildlife export are US$ 2.12 million and arwana fish is the biggest contribution about US$ 1.32 million

FOREST FIRE AND SECURITY

Forest fire reported by the technical implementing unit (UPT) from the region during 2002 are 35,497 ha consisting of production forest 15,397 ha and conservation area 15,752 ha as figured at Table III.4.4.

Forest damage and economic loss due to factor of forest security during 2002 can be seen at Table III.4.1 including in this figure such as illegal occupation and illegal gold mining, and illegal logging. The economic loss due to illegal logging recorded by DG of Forest Protection and Nature Conservation around IDR 11 billions and 233,637 m3 of particular forest product.

In Table III.4.3, it can be seen about forest security person  involve to activities in 2002.