Nilai dan Daya Guna Penanaman Pohon Tengkawang (Shorea spp.) di Kalimantan (The Value and Benefit of Tengkawang Tree (Shorea spp.) Plantation in Kalimantan Island)
Ringkasan :
Biji tengkawang (Borneo Illipe nut) merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang penting sebagai bahan baku lemak nabati. Karena sifatnya yang khas, lemak tengkawang berharga lebih tinggi dibanding minyak nabati lain seperti minyak kelapa, dan digunakan sebagai bahan pengganti minyak coklat, bahan lipstik, minyak makan dan bahan obat-obatan. Di Indonesia terdapat sekitar 13 jenis pohon penghasil yang tersebar terutama di Kalimantan dan sebagian kecil di Sumatera. Tulisan ini mengupas jenis penghasil, produksi dan proses ekstraksi biji tengkawang serta keunggulan nilai penanamannya. Penanaman tengkawang sudah saatnya dilaksanakan terutama di Kalimantan mengingat pohon tersebut merupakan pohon khas Kalimantan dan bijinya bernilai tinggi. Seperti diketahui sampai sekarang biji tengkawang dipungut dari pohon tengkawang yang tumbuh di hutan alam. Sebagai hasil tambahan bila produksi biji telah menurun, kayunya dapat dipungut untuk dimanfaatkan sebagai salah satu jenis kayu bernilai tinggi yang banyak diminati baik untuk penghara industri kayu lapis maupun industri kayu gergajian.
Summary :
Tengkawang kernel (Borneo illipe nut) is one of the famous Non-Wood Forest Products (NWFP), it is a resource of an importance vegetable fat. Due to the unique properties, tengkawang fat has higher value comparing to the other vegetable oils such as coconut or palm oil. It is suitable to use it as a cocoa butter substitute, as lipstick base-material, and medicine as well. There are more than 13 species of tengkawang tree in Indonesia, mainly grown in Kalimantan and a few in Sumatera. This paper deals with the resource species, post-harvesting, extraction methods and the need for its plantation. Tengkawang species has to be cultivated soon, especially in Kalimantan as the resource of a valuable tengkawang kernel that up to now just harvested from the natural forest. At the end of kernel production period, the trees can be cut to produce valuable timber for plywood and sawn timber industries.
Sumber : Suwardi Sumadiwangsa (Buletin Vol. 2 No. 1 Th 2001)
Kesimpulan :
(1) Shorea stenoptera Burck merupakan jenis yang telah dikenal baik sebagai penghasil biji tengkawang yang telah diperniagakan secara luas, terutama untuk tujuan ekspor.
(2) Perlu ditemukan jenis pohon tengkawang yang berbuah setiap tahun, produksi hasil panenannya tinggi dan kualitas biji yang berkadar lemak tinggi serta kadar ALB rendah. Setelah ditemukan jenis pohon yang diunggulkan layak tanam, jenis tersebut perlu dicoba tanam dengan bibit berupa biji atau anakan yang dikumpulkan dari pohon plus yang tersedia di lapangan.
(3) Sudah saatnya dirintis penanaman pohon tengkawang, dengan areal tanaman cukup luas yang dikelola secara intensif. Jenis pohon yang disarankan adalah tengkawang guncang atau tengkawang tungkul.
(4) Metode pengolahan biji yang sekarang dilaksanakan perlu disempurnakan agar diperoleh biji yang berkadar lemak tinggi, bermutu baik dan mempunyai daya simpan yang lebih lama.
(5) Ekstraksi/pengolahan lemak tengkawang dapat dilakukan dengan cara ekstraksi pelarutan atau cara kempa. Sebaiknya dicari cara dan kondisi optimal agar diperoleh rendemen dan mutu lemak yang memadai.
(6) Pembangunan pabrik lemak tengkawang oleh PT. Cahaya Kalbar perlu didukung dengan penanaman agar sumber biji tetap terjamin. Semua pihak yang mempunyai andil seperti penanam, pengolah biji, pengolah lemak dan pedagang diusahakan memperoleh profit yang layak.
(7) Perlu disusun standar kualitas biji dan lemak tengkawang untuk diketahui baik oleh produsen maupun konsumen. Dengan demikian harga dapat disesuaikan dengan mutu komoditi yang diperdagangkan.
(8) Diperlukan kegiatan penelitian terutama untuk memperoleh jenis pohon unggul, cara penanaman, cara pemeliharaan, pemanenan buah, pengolahan biji, pengolahan lemak, dan tata niaga sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal, lestari dan berwawasan lingkungan.
| [ Home | Pembangunan Kehutanan | Peraturan Perundangan | Kehutanan Propinsi | Umum ] |
| [ Dari Menteri | Profil | Daftar E-mail | Buku Tamu | Situs Terkait ] |