1 Ruang lingkup
2 Acuan normatif
SNI 01-5006.4-2001,
Mutu benih Mahoni daun besar (Swietenia macrophylla).
SNI 01-5006.7-2002,
Tanaman kehutanan – Bagian 7: Istilah dan definisi yang berhubungan
dengan perbenihan dan pembibitan tanaman kehutanan.
Istilah dan definisi mengacu kepada SNI 01-5006. 7-2002, Tanaman kehutanan – Bagian 7: Istilah dan definisi yang berhubungan dengan perbenihan dan pembibitan tanaman kehutanan.
4 Klasifikasi mutu
Mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) didasarkan pada mutu fisiologis (daya kecambah) dan mutu fisik.
Mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dibagi dalam empat kelas dan tanda mutu, dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Klasifikasi dan tanda mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)
| No. | Klasifikasi | Tanda Mutu | |
| Pada Dokumen | Pada Kemasan | ||
| 1. 2. 3. 4. |
Mutu pertama |
P D T M |
P D T M |
5 Persyaratan
5.1 Mutu fisik
Mutu fisik benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) ditentukan kadar air maksimum 12% dan kemurnian disyaratkan 100%.
5.2 Persyaratan mutu fisiologis
Persyaratan mutu fisiologis benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Persyaratan mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)
| No. | Klasifikasi | Mutu
fisiologik (daya kecambah) (%) |
| 1. 2. 3. 4. |
Mutu pertama |
> 70 60 - 69 50 - 59 40 - 49 |
6 Cara uji
6.1 Prinsip
Pengujian dilakukan dengan cara kasat mata dan laboratoris.
6.1.1 Penarikan contoh
Contoh didapatkan dari lot dengan cara mengambil secara acak sebagian kecil benih Gmelina, kemudian mencampurkannya.
6.1.1.1 Lot benih
Lot benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) harus memenuhi ketentuan berikut :
6.1.1.1.1 Ukuran lot
Ukuran lot benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.), dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Ukuran lot benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)
| No. | U r a i a n | Berat minimum contoh (g) | Berat maksimum lot (kg) |
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. |
Contoh kirim |
2000 |
1000 |
6.1.1.1.2 Keseragaman
lot
Lot benih Gmelina harus seragam, dinyatakan dengan dokumen dan bukti-bukti lainnya, dan keseragaman lot diperoleh dengan teknik pencampuran, pengadukan, dan pemrosesan yang tetap.
6.1.1.1.3 Wadah
Lot benih Gmelina disimpan dalam suatu wadah yang dapat disegel dan diberi label yang menunjukkan bahwa benih berasal dari satu lot.
6.1.1.2 Cara dan peralatan
Pengambilan contoh dari suatu lot menggunakan cara dan peralatan yang sesuai dengan contoh yang dibuat.
6.1.1.3 Prosedur penarikan contoh
6.1.1.3.1 Ketentuan
Pengambilan contoh dilakukan oleh petugas yang terlatih dan berpengalaman dalam penarikan contoh benih; dan atas permintaan petugas, pemilik benih memberikan informasi tentang lot benih.
6.1.1.3.2 Intensitas penarikan contoh
Intensitas penarikan
contoh, memenuhi syarat-syarat berikut :
- hingga 5 wadah, contoh diambil dari setiap wadah;
- 6 – 30 wadah, contoh
diambil dari 5 wadah;
- 31 – 400 wadah, contoh
diambil dari 10 wadah;
- 401 wadah atau lebih,
contoh diambil dari 100 wadah.
6.1.1.3.3 Berat contoh kirim seberat 2000 g
6.1.1.3.4 Pengambilan contoh primer
Contoh primer diambil dari berbagai posisi dalam suatu wadah dengan menggunakan tangan atau alat lain.
6.1.1.3.5 Pembuatan contoh komposit
Apabila contoh-contoh primer kelihatan seragam, contoh-contoh ini digabung menjadi contoh komposit.
6.1.1.3.6 Pembuatan contoh kirim
- dapat dilakukan
dengan mengurangi contoh komposit;
-
pengurangan dapat
dilakukan dengan cara acak parohan atau “pembagi contoh benih” (seed sample
devider);
- apabila tidak mungkin
dilakukan dengan cara acak parohan, contoh komposit langsung dikirim semuanya;
-
apabila contoh
komposit sama dengan contoh kirim, maka contoh komposit dianggap sebagai contoh
kirim.
6.1.1.3.7 Penanganan contoh kirim
- contoh kirim diberi
identitas yang sesuai dengan lot;
-
contoh kirim dikemas
dalam wadah yang dapat menghindarkan benih dari kerusakan selama pengangkutan;
-
tanggal penerimaan,
tanggal kirim, dan identitas contoh kirim dicatat setelah contoh diterima oleh
instansi penguji;
-
contoh kirim hendaknya
segera diuji
setelah
tiba di instansi penguji.
6.1.1.4 Prosedur di laboratorium
6.1.1.4.1 Berat minimum contoh kerja
Berat minimum contoh kerja disesuaikan dengan ukuran sebagaimana tercantum pada Tabel 3.
6.1.1.4.2 Pembuatan contoh kerja
-
contoh kerja diambil dari
contoh kirim yang telah diaduk merata;
- contoh kerja dibuat
dengan acak parohan, sesuai proses seperti pada Gambar 1.

Keterangan
:
- Contoh kirim dan komposit dihamparkan,
kemudian dibagi mejadi empat bagian, yaitu : 1, 2, 3, dan 4;
- Bagian 1 dan 3
dicampur, kemudian dihamparkan dan selanjutnya dibagi menjadi empat bagian,
yaitu : 5, 6, 7, dan 8;
- Bagian 6 dan 8
dicampu, kemudian dihamparkan dan selanjutnya dibagi manjadi empat bagian, yaitu
: 9, 10, 11, dan 12;
- Bagian 10 dan
11 menjadi contoh kerja;
- Pemilihan dua
bagian tersebut dilakukan secara acak.
6.1.1.5.1 Sebelum pengujian
- pengujian dapat
dilaksanakan pada hari penerimaan benih;
- bila tidak
mungkin dilaksanakan, contoh kirim harus disimpan dalam kondisi yang tidak
menyebabkan kemunduran benih.
6.1.1.5.2 Setelah pengujian
Untuk uji ulang, contoh kirim disimpan maksimum selama 1 tahun.
6.1.2 Analisis kemurnian
6.1.2.1 Ketentuan
Contoh kerja dipisahkan
menjadi tiga komponen yang dinyatakan dalam persen, yaitu :
- benih
murni;
- benih lain;
- materi
padat.
6.1.2.2 Peralatan
Alat-alat yang digunakan
untuk menganalisa kemurnian, yaitu :
- meja analisa;
- kaca pembesar;
- scalpel;
- pinset;
- spatula;
- ayakan.
6.1.2.3 Prosedur
6.1.2.3.1 Contoh kerja
- contoh kerja untuk
analisis kemurnian, dibuat dari contoh kirim sesuai dengan ketentuan 6.1.1.4.2;
- berat contoh kerja
untuk analisis kemurnian, seperti tercantum pada Tabel 3;
- contoh kerja dan
komponen penyusun ditimbang hingga 1 desimal.
6.1.2.3.2 Pemisahan
- contoh kerja yang
sudah ditimbang, dipisahkan menjadi komponen penyusunnya seperti pada
butir-butir 6.1.2.1;
- setiap komponen
ditimbang hingga 0,1 g terdekat;
- berat setiap
komponen dinyatakan dalam persen hingga 1 desimal.
6.1.2.4 Penghitungan dan pernyataan hasil
- berat setiap
komponen dinyatakan dalam 1 desimal;
- persen harus didasarkan jumlah berat masing-masing komponen dan bukan dari
berat contoh kerja;
- jumlah berat
masing-masing komponen harus dibandingkan dengan contoh kerja untuk mengetahui
kesalahan.
6.1.3 Pengujian daya berkecambah
6.1.3.1 Ketentuan umum
Pengecambahan dilakukan terhadap benih murni, seperti pada Tabel 4 berikut :
Tabel 4. Metode pengujian perkecambahan benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)
| No. | Kondisi | Keterangan |
| 1. |
Kondisi alat
pengecambahan : |
|
| 2. |
Uji
perkecambahan |
|
| 3. |
Masa berlaku uji (bulan) |
2 |
6.1.3.2 Bahan
Bahan pengujian daya
kecambah, adalah :
- Campuran pasir :
tanah (1 : 1) seperti pada Tabel 4;
- Tanah dan kompos,
tidak direkomendasikan kecuali untuk kondisi khusus.
6.1.3.3 Prosedur
-
400 benih yang
terdiri dari 4 ulangan, masing-masing sebanyak 100 benih diambil secara acak
dari benih murni;
- benih dilatakan
dengan jarak yang seragam pada substrat lembab.
6.1.3.3.2 Kondisi pengujian
Substrat, suhu, dan lama pengujian seperti tercantum pada Tabel 4.
6.1.3.3.3 Perlakuan pendahuluan
Apabila diakhir pengujian benih tetap sebagai benih keras dan benih segar tapi tidak berkecambah, maka uji ulang dilakukan dengan terlebih dahulu mengeringkan benih atau memberikan perlakuan pendahuluan.
6.1.3.3.4 Lama pengujian
- lama pengujian
seperti tercantum pada Tabel 4;
- waktu untuk
perlakuan pendahuluan sebelum uji perkecambahan, tidak termasuk dalam lama
pengujian.
6.1.3.3.5 Penilaian
- setiap kecambah
normal sebagaimana tercantum pada Tabel 4;
- benih yang tidak berkecambah di akhir
uji, dapat diuji dengan uji biokimia dan uji pembelahan benih, untuk melihat
keadaan embrio;
- benih yang
berkecambah lebih dari 1 (multigerm test), dihitung 1 kecambah.
6.1.3.4 Uji ulang
Uji ulang dilakukan
apabila :
- terdapat dormansi
benih (benih segar);
- hasil diragukan,
karena serangan jamur dan atau bakteri;
- terdapat bukti
kesalahan kondisi pengujian, penilaian, dan penghitungan kecambah;
- apabila hasil
pengujian antar ulangan melebihi toleransi, seperti pada Tabel 5.
Tabel 5. Toleransi maksimum antar ulangan (ISTA, 1985)
| Rata-rata persen kecambah | Toleransi | Rata-rata persen kecambah | Toleransi |
| 99 98 97 96 95 93 - 94 91 - 92 89 - 90 |
5 |
87 - 88 |
13 |
Keterangan penggunaan
tabel batas toleransi :
- hitung
rata-rata daya kecambah dari seluruh ulangan;
- bulatkan
nilai yang diperoleh, misalnya 95%;
- cari
batas toleransi antar ulangan;
- batas
toleransi yaitu perbedaan nilai ulangan terbesar & terkecil, sebagai contoh
untuk daya berkecambah 95% yaitu 9%;
- apabila
perbedaan nilai tersebut maksimum 9%, maka nilai daya berkecambah diterima;
- apabila
perbedaan nilai tersebut lebih dari 9%, maka pengujian ulang harus
dilaksanakan.
6.1.3.5 Penghitungan dan pernyataan hasil
- hasil dinyatakan
dalam persen;
- persen daya
berkecambah antar ulangan tidak melebihi toleransi;
- rata-rata daya
kecambah dinyatakan dalam angka bulat.
6.1.3.6 Pelaporan hasil
Hal-hal yang dilaporkan
setelah uji perkecambahan adalah :
- lamanya pengujian;
- persen kecambah normal, kecambah abnormal, benih keras, benih segar, dan benih
mati;
- apabila persentase
setiap kriteria pengujian adalah nol, maka dalam dokumen analisis ditulis 0.
6.1.4 Penentuan kadar air
6.1.4.1 Ketentuan
Metode yang ditetapkan dirancang untuk mengurangi oksidasi, dekomposisi atau hilangnya zat yang mudah menguap bersamaan dengan pengurangan kelembaban sebanyak mungkin.
6.1.4.2 Peralatan
Peralatan yang
diperlukan, adalah :
- alat tumbuk;
- oven;
- wadah;
-
desikator;
-
timbangan analitik;
- ayakan.
6.1.4.3 Prosedur
6.1.4.3.1 Peringatan
- contoh kirim hanya dapat diterima untuk
penentuan kadar air, apabila dikirim dalam wadah gelap;
-
penentuan kadar air,
harus segera dimulai setelah benih diterima.
6.1.4.3.2 Penimbangan
Penimbangan dalam gram, dilakukan hingga ketelitian 3 desimal.
6.1.4.3.3 Contoh kerja
Kadar air ditentukan
dua ulangan yang berat setiap contoh tergantung wadah yang digunakan, yaitu :
- diameter kurang dari
8 cm, berat contoh 4 g – 5 g;
-
diameter lebih dari 8 cm,
berat contoh 10 g;
- aduk contoh kirim
dalam wadah dengan menggunakan alat yang memadai;
- buka wadah contoh
kirim, kemudian masukkan dalam satu wadah;
- masukkan benih
dalam wadah kedua;
- lakukan pemindahan
tersebut berkali-kali;
- contoh kerja dibuat
sesuai ketentuan 6.1.1.4;
- pembuatan
contoh kerja, hendaknya kurang dari 30 detik.
6.1.4.3.4 Penumbukan
- benih
besar
harus
ditumbuk sampai halus sebelum pengeringan;
- penumbukan
dilakukan sebelum pembuatan contoh kerja.
6.1.4.3.5 Ketentuan pengeringan
6.1.4.3.5.1 Metofe oven suhu rendah
- metode contoh kerja dibuat sesuai ketentuan
6.1.1.4.2, diletakkan merata pada permukaan wadah;
-
timbang wadah dan penutup
sebelum dan sesudah pengisian benih ke dalamnya;
-
letakkan wadah dengan
tetap terbuka di dalam oven suhu 103oC ± 2oC selama 17
jam ±1 jam;
-
wadah dan penutupnya
dimasukkan desikator selama 30 menit – 45 menit untuk pendinginan;
- timbang wadah,
penutup, dan isinya. Kelembaban relatif ruang di dalam laboratorium harus lebih
rendah dari 70%.
6.1.4.3.5.2 Metode oven suhu tinggi
Prosedur sama dengan metode 6.1.4.3.5.1, kecuali oven dipertahankan pada suhu 130oC – 133oC selama 4 jam. Tidak perlu ketentuan RH untuk ruang penentuan kadar air.
6.1.4.4 Penghitungan kadar air
6.1.4.4.1 Metode oven suhu konstan
Kadar air dinyatakan dalam persen dan berat dihitung dalam 1 desimal terdekat, dengan rumus berikut :
100
( M2 - M3 ) X ----------
( M2 - M1)
dengan pengertian :
- M1 adalah berat
wadah dan penutup dalam gram;
- M2 adalah berat
wadah, penutup, dan benih sebelum pengeringan;
- M3 adalah berat
wadah, penutup, dan benih setelah pengeringan.
6.1.4.4.2 Toleransi
Nilai kadar air benih dapat diterima bila perbedaan antara dua pengukuran, tidak lebih dari 0,3% - 2,5%.
6.1.4.4.3 Pelaporan hasil
Kadar air harus dicantumkan dalam 0,1% terdekat, pada analisis dokumen.
6.1.5 Penentuan berat
6.1.5.1 Ketentuan
Berat per 1000 benih ditimbang dari benih murni.
6.1.5.2 Peralatan
Peralatan yang digunakan
adalah :
- alat penghitung
benih;
- timbangan.
6.1.5.3 Prosedur
6.1.5.3.1 Contoh kerja
Contoh kerja merupakan seluruh benih murni yang diperoleh dari analisis kemurnian yang ketentuannya tercantum pada 6.1.2.3.1.
6.1.5.3.2 Penghitungan contoh dengan alat penghitung
-
letakkan seluruh contoh
kerja di atas mesin;
- baca jumlah benih;
- timbang contoh
dalam gram.
6.1.5.3.3 Penghitungan contoh tanpa alat penghitung
- contoh
kerja dihitung sebanyak 100 benih dengan ulangan 8 kali yang diambil secara
acak;
-
timbang setiap
ulangan dalam gram;
-
hitung keragaman,
standar
deviasi
dan koefisien keragaman dengan rumus:
n (ΣX2) - (ΣX2)
keragaman = -----------------
n ( n-1)
simpangan baku (S) = Ökeragaman
S
koefisien keragaman = ---- X 100
X1
dengan pengertian :
- X adalah berat setiap
ulangan dalam gram;
- n adalah jumlah
ulangan;
- S adalah jumlah;
- X1 adalah rata-rata
berat 100 benih.
Ketentuan :
- koefisien keragaman
tidak boleh lebih dari 4,0;
- apabila koefisien
keragaman lebih dari 4,0, hitung berat 100 benih sebanyak 8 ulangan;
- hitung simpangan
baku untuk 16 ulangan;
- hapuskan ulangan
yang menyimpang dari rata-rata 2 kali simpangan baku;
- hitung lagi
rata-ratanya.
6.1.5.3.4 Penghitungan dan pernyataan hasil
- apabila penghitungan
menggunakan mesin, maka berat 1000 benih dihitung dari 1000 benih;
- apabila penghitungan
dengan ulangan, timbanglah berat 100 benih diulang 8 kali atau lebih;
- hitung rata-rata berat
1000 benih, yaitu 10 x X.
6.1.5.3.5 Pelaporan
Berat 1000 benih dinyatakan dalam 1 desimal.
6.2 Syarat lulus uji
Benih contoh uji dianggap lulus uji apabila kemurniannya disyaratkan 100% dan daya kecambah minimum mutu keempat (M).
6.3 Hasil pengujian
Benih yang lulus uji dikemas, diberi tanda, dicatat pada dokumen benih, dan layak atau siap diedarkan, sesuai permintaan yang telah memenuhi ketentuan administrasi dan teknis yang berlaku.
7.1 Pengemasan
Benih yang layak atau siap edar dikemas dalam kemasan poros berdasarkan jumlah dan keperluan benih.
7.2 Penandaan
Benih-benih yang layak
edar dan telah dikemas pada kemasannya diberikan tanda sebagai berikut:
- jenis;
- jumlah benih;
- asal benih;
- mutu benih (daya kecambah,
kadar air, dan kemurnian)
- tempat pengujian
- waktu pengujian
- instansi/pihak penguji
- batas waktu kadaluarsa atau
pengujian ulang
- tanda atau simbol
instansi/pihak penguji
- lokasi atau alamat tujuan
pengguna benih, bila telah disetujui penggunaannya
Benih-benih yang telah dikemas dan diberi tanda, disimpan pada ruangan dengan suhu 18oC – 20oC dengan kelembaban 80% yang tidak mempengaruhi mutu benih.
CATATAN :
Dalam
proses perkembangan perbenihan, dimungkinkan adanya pengembangan acuan normatif,
istilah dan definisi, singkatan istilah, persyaratan, cara uji dan pengemasan
dan penandaan yang akan disajikan dalam suplemen dokumen ini.