SNI 01-5006.8-2002
TANAMAN KEHUTANAN - BAGIAN 8:
CARA UJI MUTU FISIK DAN FISIOLOGIS
BENIH GMELINA (
Gmelina arborea Roxb.)

1    Ruang lingkup

Standar ini menetapkan istilah dan definisi, klasifikasi mutu, persyaratan, cara uji, pengemasan dan penandaan yang berkaitan dengan mutu fisik dan fisiologis benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.).

2    Acuan normatif

SNI 01-5006.4-2001, Mutu benih Mahoni daun besar (Swietenia macrophylla).
SNI 01-5006.7-2002, Tanaman kehutanan – Bagian 7: Istilah dan definisi yang berhubungan dengan perbenihan dan pembibitan tanaman kehutanan.

3    Istilah dan definisi

Istilah dan definisi mengacu kepada SNI 01-5006. 7-2002, Tanaman kehutanan – Bagian 7:  Istilah dan definisi yang berhubungan dengan perbenihan dan pembibitan tanaman kehutanan.

4    Klasifikasi mutu

Mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) didasarkan pada mutu fisiologis (daya kecambah) dan mutu fisik.

Mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dibagi dalam empat kelas dan tanda mutu, dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Klasifikasi dan tanda mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)

No. Klasifikasi Tanda Mutu
Pada Dokumen Pada Kemasan
1.
2.
3.
4.

Mutu pertama
Mutu kedua
Mutu ketiga
Mutu keempat

P
D
T
M
P
D
T
M

 

5    Persyaratan

5.1    Mutu fisik

Mutu fisik benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) ditentukan kadar air maksimum 12% dan kemurnian disyaratkan 100%.

5.2    Persyaratan mutu fisiologis

Persyaratan mutu fisiologis benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Persyaratan mutu benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)

No. Klasifikasi Mutu fisiologik (daya kecambah)
(%)
1.
2.
3.
4.

Mutu pertama
Mutu kedua
Mutu ketiga
Mutu keempat

> 70
60 - 69
50 - 59
40 - 49


6    Cara uji

6.1    Prinsip

Pengujian dilakukan dengan cara kasat mata dan laboratoris.

6.1.1    Penarikan contoh

Contoh didapatkan dari lot dengan cara mengambil secara acak sebagian kecil benih Gmelina, kemudian mencampurkannya.

6.1.1.1    Lot benih

Lot benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) harus memenuhi ketentuan berikut :

6.1.1.1.1    Ukuran lot

Ukuran lot benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.), dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Ukuran lot benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)

No. U r a i a n Berat minimum contoh (g) Berat maksimum lot (kg)
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Contoh kirim
Contoh kerja kemurnian
Contoh kerja kadar air
Contoh kerja perkecambahan
Contoh kerja berat benih
Contoh uji ulang dan disimpan

2000
50
10
400
500
1040

1000


6.1.1.1.2    Keseragaman lot

Lot benih Gmelina harus seragam, dinyatakan dengan dokumen dan bukti-bukti lainnya, dan keseragaman lot diperoleh dengan teknik pencampuran, pengadukan, dan pemrosesan yang tetap.

6.1.1.1.3    Wadah

Lot benih Gmelina disimpan dalam suatu wadah yang dapat disegel dan diberi label yang menunjukkan bahwa benih berasal dari satu lot.

6.1.1.2    Cara dan peralatan

Pengambilan contoh dari suatu lot menggunakan cara dan peralatan yang sesuai dengan contoh yang dibuat.

6.1.1.3    Prosedur penarikan contoh

6.1.1.3.1    Ketentuan

Pengambilan contoh dilakukan oleh petugas yang terlatih dan berpengalaman dalam penarikan contoh benih; dan atas permintaan petugas, pemilik benih memberikan informasi tentang lot benih.

6.1.1.3.2    Intensitas penarikan contoh

Intensitas penarikan contoh, memenuhi syarat-syarat berikut :
-    hingga 5 wadah, contoh diambil dari setiap wadah;
-    6 – 30 wadah, contoh diambil dari 5 wadah;
-    31 – 400 wadah, contoh diambil dari 10 wadah;
-    401 wadah atau lebih, contoh diambil dari 100 wadah.

6.1.1.3.3    Berat contoh kirim seberat 2000 g

6.1.1.3.4    Pengambilan contoh primer

Contoh primer diambil dari berbagai posisi dalam suatu wadah dengan menggunakan tangan atau alat lain.

6.1.1.3.5    Pembuatan contoh komposit

Apabila contoh-contoh primer kelihatan seragam, contoh-contoh ini digabung menjadi contoh komposit.

6.1.1.3.6    Pembuatan contoh kirim

-  dapat dilakukan dengan mengurangi contoh komposit;
-  pengurangan dapat dilakukan dengan cara acak parohan atau “pembagi contoh benih” (seed sample devider);
apabila tidak mungkin dilakukan dengan cara acak parohan, contoh komposit langsung dikirim semuanya;
apabila contoh komposit sama dengan contoh kirim, maka contoh komposit dianggap sebagai contoh kirim.

6.1.1.3.7    Penanganan contoh kirim

-  contoh kirim diberi identitas yang sesuai dengan lot;
contoh kirim dikemas dalam wadah yang dapat menghindarkan benih dari kerusakan selama pengangkutan;
tanggal penerimaan, tanggal kirim, dan identitas contoh kirim dicatat setelah contoh diterima oleh instansi penguji;
contoh kirim hendaknya segera diuji setelah tiba di instansi penguji.

6.1.1.4    Prosedur di laboratorium

6.1.1.4.1    Berat minimum contoh kerja

Berat minimum contoh kerja disesuaikan dengan ukuran sebagaimana tercantum pada Tabel 3.

6.1.1.4.2    Pembuatan contoh kerja

contoh kerja diambil dari contoh kirim yang telah diaduk merata;
-  contoh kerja dibuat dengan acak parohan, sesuai proses seperti pada Gambar 1.

Keterangan :
- Contoh kirim dan komposit dihamparkan, kemudian dibagi mejadi empat bagian, yaitu : 1, 2, 3, dan 4;
- Bagian 1 dan 3 dicampur, kemudian dihamparkan dan selanjutnya dibagi menjadi empat bagian, yaitu : 5, 6, 7, dan 8;
- Bagian 6 dan 8 dicampu, kemudian dihamparkan dan selanjutnya dibagi manjadi empat bagian, yaitu : 9, 10, 11, dan 12;
- Bagian 10 dan 11 menjadi contoh kerja;
- Pemilihan dua bagian tersebut dilakukan secara acak.

Gambar 1.  Proses pembuatan contoh kerja dengan cara acak parohan

6.1.1.5    Penyimpanan contoh

6.1.1.5.1    Sebelum pengujian

- pengujian dapat dilaksanakan pada hari penerimaan benih;
- bila tidak mungkin dilaksanakan, contoh kirim harus disimpan dalam kondisi yang tidak menyebabkan kemunduran benih.

6.1.1.5.2    Setelah pengujian

Untuk uji ulang, contoh kirim disimpan maksimum selama 1 tahun.

6.1.2    Analisis kemurnian

6.1.2.1    Ketentuan

Contoh kerja dipisahkan menjadi tiga komponen yang dinyatakan dalam persen, yaitu :
benih murni;
benih lain;
materi padat.

6.1.2.2    Peralatan

Alat-alat yang digunakan untuk menganalisa kemurnian, yaitu :
-  meja analisa;
-  kaca pembesar;
-  scalpel;
-  pinset;
-  spatula;
-  ayakan.

6.1.2.3    Prosedur

6.1.2.3.1    Contoh kerja

- contoh kerja untuk analisis kemurnian, dibuat dari contoh kirim sesuai dengan ketentuan 6.1.1.4.2;
- berat contoh kerja untuk analisis kemurnian, seperti tercantum pada Tabel 3;
- contoh kerja dan komponen penyusun ditimbang hingga 1 desimal.

6.1.2.3.2    Pemisahan

- contoh kerja yang sudah ditimbang, dipisahkan menjadi komponen penyusunnya seperti pada butir-butir 6.1.2.1;
- setiap komponen ditimbang hingga 0,1 g terdekat;
- berat setiap komponen dinyatakan dalam persen hingga 1 desimal.

6.1.2.4    Penghitungan dan pernyataan hasil

- berat setiap komponen dinyatakan dalam 1 desimal;
- persen harus didasarkan jumlah berat masing-masing komponen dan bukan dari berat contoh kerja;
- jumlah berat masing-masing komponen harus dibandingkan dengan contoh kerja untuk mengetahui kesalahan.

6.1.3    Pengujian daya berkecambah

6.1.3.1    Ketentuan umum

Pengecambahan dilakukan terhadap benih murni, seperti pada Tabel 4 berikut :

Tabel 4. Metode pengujian perkecambahan benih Gmelina (Gmelina arborea Roxb.)

No. Kondisi Keterangan
1.

Kondisi alat pengecambahan :
-  suhu (
° C)
-  kelembaban relatif (%)
-  cahaya


Berfluktuasi menurut kondisi rumah kaca
 

2.

Uji perkecambahan
-  substrat
-  metode uji
-  praperlakuan
-  hitungan pertama (hari)
-  hitungan akhir (hari)
-  kecambah normal


Pasir : tanah (1 : 1)
Rumah kaca
-
20
30
Muncul daun pertama

3.

Masa berlaku uji (bulan)

2

6.1.3.2    Bahan

Bahan pengujian daya kecambah, adalah :
-  Campuran pasir : tanah (1 : 1) seperti pada Tabel 4;
-  Tanah dan kompos, tidak direkomendasikan kecuali untuk kondisi khusus.

6.1.3.3    Prosedur

6.1.3.3.1    Contoh kerja

- 400 benih yang terdiri dari 4 ulangan, masing-masing sebanyak 100 benih diambil secara acak dari benih murni;
- benih dilatakan dengan jarak yang seragam pada substrat lembab.

6.1.3.3.2    Kondisi pengujian

Substrat, suhu, dan lama pengujian seperti tercantum pada Tabel 4.

6.1.3.3.3    Perlakuan pendahuluan

Apabila diakhir pengujian benih tetap sebagai benih keras dan benih segar tapi tidak berkecambah, maka uji ulang dilakukan dengan terlebih dahulu mengeringkan benih atau memberikan perlakuan pendahuluan.

6.1.3.3.4    Lama pengujian

-  lama pengujian seperti tercantum pada Tabel 4;
-  waktu untuk perlakuan pendahuluan sebelum uji perkecambahan, tidak termasuk dalam lama pengujian.

6.1.3.3.5    Penilaian

- setiap kecambah normal sebagaimana tercantum pada Tabel 4;
- benih yang tidak berkecambah di akhir uji, dapat diuji dengan uji biokimia dan uji pembelahan benih, untuk melihat keadaan embrio;
- benih yang berkecambah lebih dari 1 (multigerm test), dihitung 1 kecambah.

6.1.3.4    Uji ulang

Uji ulang dilakukan apabila :
- terdapat dormansi benih (benih segar);
- hasil diragukan, karena serangan jamur dan atau bakteri;
- terdapat bukti kesalahan kondisi pengujian, penilaian, dan penghitungan kecambah;
- apabila hasil pengujian antar ulangan melebihi toleransi, seperti pada Tabel 5.

Tabel 5. Toleransi maksimum antar ulangan (ISTA, 1985)

Rata-rata persen kecambah Toleransi Rata-rata persen kecambah Toleransi
99
98
97
96
95
93 - 94
91 - 92
89 - 90

5
6
7
8
9
10
11
12

87 - 88
84 - 86
81 - 83
78 - 80
73 - 77
67 - 72
56 - 66
51 - 55

13
14
15
16
17
18
19
20

 

Keterangan penggunaan tabel batas toleransi :
- hitung rata-rata daya kecambah dari seluruh ulangan;
- bulatkan nilai yang diperoleh, misalnya 95%;
- cari batas toleransi antar ulangan;
- batas toleransi yaitu perbedaan nilai ulangan terbesar & terkecil, sebagai contoh untuk daya berkecambah 95% yaitu 9%;
- apabila perbedaan nilai tersebut maksimum 9%, maka nilai daya berkecambah diterima;
- apabila perbedaan nilai tersebut lebih dari 9%, maka pengujian ulang harus dilaksanakan.

6.1.3.5    Penghitungan dan pernyataan hasil

- hasil dinyatakan dalam persen;
- persen daya berkecambah antar ulangan tidak melebihi toleransi;
- rata-rata daya kecambah dinyatakan dalam angka bulat.

6.1.3.6    Pelaporan hasil

Hal-hal yang dilaporkan setelah uji perkecambahan adalah :
- lamanya pengujian;
- persen kecambah normal, kecambah abnormal, benih keras, benih segar, dan benih mati;
- apabila persentase setiap kriteria pengujian adalah nol, maka dalam dokumen analisis ditulis 0.

6.1.4    Penentuan kadar air

6.1.4.1    Ketentuan

Metode yang ditetapkan dirancang untuk mengurangi oksidasi, dekomposisi atau hilangnya zat yang mudah menguap bersamaan dengan pengurangan kelembaban sebanyak mungkin.

6.1.4.2    Peralatan

Peralatan yang diperlukan, adalah :
-  alat tumbuk;
-  oven;
-  wadah;
desikator;
timbangan analitik;
-  ayakan.

6.1.4.3    Prosedur

6.1.4.3.1    Peringatan

- contoh  kirim hanya dapat diterima untuk penentuan kadar air, apabila dikirim dalam wadah gelap;
- penentuan kadar air, harus segera dimulai setelah benih diterima.

6.1.4.3.2    Penimbangan

Penimbangan dalam gram, dilakukan hingga ketelitian 3 desimal.

6.1.4.3.3    Contoh kerja

Kadar air ditentukan dua ulangan yang berat setiap contoh tergantung wadah yang digunakan, yaitu :
-  diameter kurang dari 8 cm, berat contoh 4 g – 5 g;
diameter lebih dari 8 cm, berat contoh 10 g;
-  aduk contoh kirim dalam wadah dengan menggunakan alat yang memadai;
-  buka wadah contoh kirim, kemudian masukkan dalam satu wadah;
-  masukkan benih dalam wadah kedua;
-  lakukan pemindahan tersebut berkali-kali;
-  contoh kerja dibuat sesuai ketentuan 6.1.1.4;
-  pembuatan contoh kerja, hendaknya kurang dari 30 detik.

6.1.4.3.4    Penumbukan

-  benih besar harus ditumbuk sampai halus sebelum pengeringan;
-  penumbukan dilakukan sebelum pembuatan contoh kerja.

6.1.4.3.5    Ketentuan pengeringan

6.1.4.3.5.1    Metofe oven suhu rendah

- metode contoh kerja dibuat sesuai ketentuan 6.1.1.4.2, diletakkan merata pada permukaan wadah;
- timbang wadah dan penutup sebelum dan sesudah pengisian benih ke dalamnya;
- letakkan wadah dengan tetap terbuka di dalam oven suhu 103oC ±  2oC selama 17 jam ±1 jam;
- wadah dan penutupnya dimasukkan desikator selama 30 menit – 45 menit untuk pendinginan;
- timbang wadah, penutup, dan isinya. Kelembaban relatif ruang di dalam laboratorium harus lebih rendah dari 70%.

6.1.4.3.5.2    Metode oven suhu tinggi

Prosedur sama dengan metode 6.1.4.3.5.1, kecuali oven dipertahankan pada suhu 130oC – 133oC selama 4 jam. Tidak perlu ketentuan RH untuk ruang penentuan kadar air.

6.1.4.4    Penghitungan kadar air

6.1.4.4.1    Metode oven suhu konstan

Kadar air dinyatakan dalam persen dan berat dihitung dalam 1 desimal terdekat, dengan rumus berikut :

                  100
( M2 - M3 ) X  ----------
               ( M2 - M1)
               

dengan pengertian :
-  M1  adalah berat wadah dan penutup dalam gram;
-  M2  adalah berat wadah, penutup, dan benih sebelum pengeringan;
-  M3  adalah berat wadah, penutup, dan benih setelah pengeringan.

6.1.4.4.2    Toleransi

Nilai kadar air benih dapat diterima bila perbedaan antara dua pengukuran, tidak lebih dari 0,3% - 2,5%.

6.1.4.4.3    Pelaporan hasil

Kadar air harus dicantumkan dalam 0,1% terdekat, pada analisis dokumen.

6.1.5    Penentuan berat

6.1.5.1    Ketentuan

Berat per 1000 benih ditimbang dari benih murni.

6.1.5.2    Peralatan

Peralatan yang digunakan adalah :
-   alat penghitung benih;
-   timbangan.

6.1.5.3    Prosedur

6.1.5.3.1    Contoh kerja

Contoh kerja merupakan seluruh benih murni yang diperoleh dari analisis kemurnian yang ketentuannya tercantum pada 6.1.2.3.1.

6.1.5.3.2    Penghitungan contoh dengan alat penghitung

letakkan seluruh contoh kerja di atas mesin;
-  baca jumlah benih;
-  timbang contoh dalam gram.

6.1.5.3.3    Penghitungan contoh tanpa alat penghitung

-  contoh kerja dihitung sebanyak 100 benih dengan ulangan 8 kali yang diambil secara acak;
timbang setiap ulangan dalam gram;
hitung keragaman, standar deviasi dan koefisien keragaman dengan rumus:

             
             n (ΣX2) - (ΣX2)
keragaman = -----------------
                n ( n-1)

simpangan baku (S) = Ökeragaman

                       S
koefisien keragaman = ----  X 100
                       X1
                       

dengan pengertian :
X  adalah berat setiap ulangan dalam gram;
n  adalah jumlah ulangan;
S  adalah jumlah;
X1  adalah rata-rata berat 100 benih.

Ketentuan :
-  koefisien keragaman tidak boleh lebih dari 4,0;
-  apabila koefisien keragaman lebih dari 4,0,  hitung berat 100 benih sebanyak 8 ulangan;
-  hitung simpangan baku untuk 16 ulangan;
-  hapuskan ulangan yang menyimpang dari rata-rata 2 kali simpangan baku;
-  hitung lagi rata-ratanya.

6.1.5.3.4    Penghitungan dan pernyataan hasil

- apabila penghitungan menggunakan mesin, maka berat 1000 benih dihitung dari 1000 benih;
- apabila penghitungan dengan ulangan, timbanglah berat 100 benih diulang 8 kali atau lebih;
- hitung rata-rata berat 1000 benih, yaitu 10 x X.

6.1.5.3.5    Pelaporan

Berat 1000 benih dinyatakan dalam 1 desimal.

6.2    Syarat lulus uji

Benih contoh uji dianggap lulus uji apabila kemurniannya disyaratkan 100% dan daya kecambah minimum mutu keempat (M).

6.3    Hasil pengujian

Benih yang lulus uji dikemas, diberi tanda, dicatat pada dokumen benih, dan layak atau siap diedarkan, sesuai permintaan yang telah memenuhi ketentuan administrasi dan teknis yang berlaku.

7    Pengemasan dan penandaan

7.1    Pengemasan

Benih yang layak atau siap edar dikemas dalam kemasan poros berdasarkan jumlah dan keperluan benih.

7.2    Penandaan

Benih-benih yang layak edar dan telah dikemas pada kemasannya diberikan tanda sebagai berikut:
jenis;
jumlah benih;
asal benih;
mutu benih (daya kecambah, kadar air, dan kemurnian)
tempat pengujian
waktu pengujian
instansi/pihak penguji
batas waktu kadaluarsa atau pengujian ulang
tanda atau simbol instansi/pihak penguji
lokasi atau alamat tujuan pengguna benih, bila telah disetujui penggunaannya

8    Penyimpanan

Benih-benih yang telah dikemas dan diberi tanda, disimpan  pada ruangan dengan suhu 18oC – 20oC dengan kelembaban 80% yang tidak mempengaruhi mutu benih.

CATATAN :
Dalam proses perkembangan perbenihan, dimungkinkan adanya pengembangan acuan normatif, istilah dan definisi, singkatan istilah, persyaratan, cara uji dan pengemasan dan penandaan yang akan disajikan dalam suplemen dokumen ini.