SNI 01-5007.17-2001

PENGUKURAN DAN TABEL ISI KAYU BUNDAR JATI

  1. Ruang lingkup

    Standar ini menetapkan cara pengukuran dan tabel isi untuk digunakan sebagai pedoman penetapan isi kayu bundar jati yang diproduksi di Indonesia.

  2. Acuan normatif

    Keputusan Direksi Perum Perhutani No. 928/Kpts/Dir/1981 tentang Tabel isi kayu bulat jati dengan panjang kurang dari 1 (satu) meter.

    SNI 19-2746-1990, Satuan sistem internasional.

    SNI 01-5007.1,  Kayu bundar jati.

    SNI 01-5007.2-2000, Pengukuran dan tabel isi kayu bundar rimba.

  3. Istilah, definisi dan singkatan

    Untuk keperluan standar ini selanjutnya digunakan istilah, definisi dan singkatan sebagai berikut :

    3.1
    bontos (Bo)

    penampang melintang kayu bundar yang terdiri dari bontos pangkal (Bp) dan bontos ujung (Bu)

    3.2
    diameter (d)

    hasil pengukuran keliling di bontos ujung terkecil dibagi dengan phi (∏=3,14159)

    3.3
    interpolasi isi

    penyisipan isi kayu di antara kedua isi yang sudah ada

    3.4
    isi (I)/volume

    hasil perhitungan yang didapat dari hasil pengukuran panjang dan diameter dengan menggunakan rumus tertentu

    3.5
    kayu bundar Jati

    bagian batang berbentuk bundar memanjang dari pohon Jati.

    CATATAN : Berdasarkan besarnya diameter digolongkan menjadi 3 (tiga) sortimen yaitu: kayu bundar besar, kayu bundar sedang dan kayu bundar kecil

    3.6
    kayu bundar besar (KBB)/A.III.

    kayu bundar dengan ukuran diameter 30 cm atau lebih

    3.7
    kayu bundar sedang (KBS)/A.II.

    kayu bundar dengan ukuran diameter 21 cm sampai dengan kurang dari 30 cm

    3.8
    kayu bundar kecil
    (KBK)/A.I.
    kayu bundar dengan ukuran diameter kurang dari 21 cm

    3.9
    keliling

    hasil pengukuran lingkaran bontos ujung terkecil

    3.10
    lasah

    dibolak-balik sedemikian rupa sehingga seluruh permukaan batang kayu terlihat

    3.11
    panjang (p)

    jarak terpendek antara kedua bontos melalui badan kayu

    3.12
    pengukuran

    suatu kegiatan dalam rangka menetapkan panjang dan diameter kayu

    3.13
    tabel isi

    daftar yang memuat angka-angka dalam rangka menetapkan isi kayu bundar jati

    3.14
    toleransi

    batas penyimpangan yang masih diperkenankan

  4. Cara pengukuran

    4.1   Prinsip pengukuran

    Pengukuran dilakukan secara langsung terhadap diameter dan panjang kayu, sedangkan untuk menetapkan isi dapat dilihat pada Tabel  4, 5, 6.

    4.2   Satuan ukuran

    Sistem satuan ukuran yang diterapkan adalah SNI 19-2746-1990, Satuan sistem internasional, yaitu :

    4.2.1 Satuan untuk diameter kayu adalah sentimeter (cm) dengan kelipatan 3 (tiga) cm penuh untuk sortimen A.I dan A.II serta kelipatan 1 (satu) cm penuh untuk  sortimen A.III.

    4.2.2 Satuan untuk panjang adalah meter (m) dengan kelipatan 10 cm penuh untuk panjang sampai dengan 10,00 meter dan 50 cm penuh untuk panjang lebih dari 10,00 meter.

    4.2.3 Satuan untuk isi kayu bundar adalah meter kubik (m3), dengan penulisan 3 (tiga) angka di belakang koma untuk sortimen A.I dan A.II serta 2 (dua) angka dibelakang koma untuk A.III.

    4.3   Peralatan pengukuran

    Peralatan yang digunakan meliputi  pita ukur/meteran dan pita phi ( ∏ ) yang dikalibrasi oleh instansi yang berwenang.

    4.4   Persiapan pengukuran

    4.4.1   Setelah penebangan, banir, cabang, ranting dan benjolan dipapras rata dengan badan, kemudian dilakukan pembagian batang.

    4.4.2   Pembagian batang dilakukan dengan memperhatikan azas peningkatan mutu sesuai dengan tujuan penggunaan.

    4.4.3   Kayu bundar yang akan diukur harus dilasah sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pelaksanaan pengukuran.

    4.4.4   Pengukuran dilaksanakan pada siang hari atau di tempat yang terang (dengan pencahayaan yang cukup), sehingga dapat mengamati semua kelainan yang dapat mempengaruhi ukuran kayu.

    4.5   Pelaksanaan pengukuran

    Pelaksanaan pengukuran dilakukan terhadap setiap batang kayu bundar.

    4.5.1   Penetapan diameter (d)

    4.5.2   Penetapan panjang (p)

    4.5.3   Penetapan isi (I)

    4.6  Pemeriksaan

    4.6.1  Pengambilan contoh

    Pelaksanaan pemeriksaan hasil pengukuran dilakukan terhadap kayu bundar contoh. Pengambilan contoh dilakukan per blok, dengan memper-timbangkan keterwakilan populasi sebagaimana tercantum pada Tabel 2.

    Tabel 2  Jumlah batang kayu bundar contoh

    Sortimen

    Populasi (batang)

    Kayu bundar contoh (batang)

    Semua sortimen
    (A.III, A.II. dan A.I.)

    1 s/d 100
    101 s/d 1000
    1001 s/d 2000
    2001 s/d 3000
    3001 s/d 4000
     > 4000

    seluruh
    100
    125
    150
    175
    200

    4.6.2  Syarat lulus uji

    Tabel 3  Besarnya penyimpangan

    No

    Unsur

    Penyimpangan (%)

    1.

    Jumlah batang

    0

    2.

    Ukuran

    < 10

    3.

    Isi

    0

  5. Penandaan

    Kayu bundar jati yang telah selesai diukur, pada bontosnya harus diberi tanda :

Tabel 4    Isi kayu bundar kecil jati (A.I.)

Tabel 5   Isi kayu bundar sedang jati (A.II.)

Tabel 6   Isi kayu bundar besar jati (A.III.)