HUTAN   TANAMAN

 

Adinugraha, Hamdan A

Keberhasilan tumbuh beberapa klon jenis ekaliptus dengan penerapan dua teknik sambungan = The Growing success fullness of several clones of eucalypt species by applying two grafting techniques / Hamdan Adinugraha; Budi Leksono; Frido Halang. --Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.2 ; Halaman 96-102 , 2005

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari tingkat keberhasilan penyambungan dengan menggunakan 2 teknik sambungan yaitu rind graft dan veneer graft, serta mempelajari respon pertumbuhan bibit hasil sambungan dari 10 klon pellita. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok yang disusun dengan perlakuan petak terbagi yang terdiri atas 2 faktor yaitu Petak Utama menggunakan 2 teknik sambungan dan faktor Anak Petak terdiri atas 10 klon pellita. Perlakuan diulang 3 kali dan setiap ulangan terdiri atas 2 sampel, sehingga jumlah pengamatan seluruhnya 2 x 10x3x2=120 bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik rind graft lebih baik untuk diterapkan pada klon-klon pellita. Klon yang memberikan respon terbaik adalah klon nomor WNG1007134, WNG2711085 dan WNG2813026. Interaksi antara perlakuan teknik sambungan dengan klon pellita memberikan hasil yang terbaik pada klon WNG2711085 dan klon WNG2813026 dengan teknik yang digunakan adalah rind graft.

Kata kunci: Eucalyptus pellita, keberhasilan tumbuh, klon, teknik sambungan

 

Adinugraha, Hamdan A.

Keberhasilan stek akar tanaman sukun dari beberapa populasi di Indonesia = The success of root cutting of bread fruit trees from several population in Indonesia / Hamdan A. Adinugraha; Dedi Setiadi; N.K.Kartikawati. -- Wana Benih : Volume 6 Suplemen No.01 ; Halaman 92-99 , 2005

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan tumbuh stek akar tanaman sukun sebagai bahan tanaman maka dilakukan evaluasi terhadap pembuatan bibit stek akar dari beberapa populasi yaitu Manokwari, Lampung, Bali dan Yogyakarta. Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak lengkap terdiri atas 5 ulangan dengan setiap ulangan terdiri atas 10 bibit. Respon yang diamati adalah panjang tunas, diameter tunas, jumlah tunas, jumlah daun dan kekokohan bibit. Pengamatan dilakukan secara periodik setiap bulan sekali. Hasil pengamatan menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antar populasi pada respon jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan kekokohan, sedangkan pada diameter tunas tidak berbeda nyata stek akar yang dikoleksi dari Yogyakarta menunjukkan pertumbuhan terbaik sebagai bahan tanaman.

Kata kunci: Artocarpus altilis, populasi, stek akar

 

Akbar, Acep

Potensi tanaman revegetasi lahan reklamasi bekas tambang batubara dalam mendukung suksesi alam = Potential of revegetation of coal mining reclamation area in supporting natural succession / Acep Akbar; Eko Priyanto; Hendra Ambo Basiang. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.3 ; Halaman 131-140 , 2005

Indikator utama dalam lingkungan setiap pembangunan tanaman reklamasi bekas tambang batubara adalah adanya invasi tumbuhan alami di bawah tegakkan tanaman secara suksesi. Keberadaan tumbuhan bawah dapat meningkatkan kestabilan tanah, kesuburan tanah dan produkti vitas lahan kritis menuju hutan aslinya, serta jenis yang telah ditanam memperlihatkan keragaman morfologi antara lain jenis tajuk dan fungsi akar. Bentuk dan tebal tajuk menentukan besarnya penetrasi cahaya yang berpengaruh terhadap fotosintesis tumbuhan bawah hutan tanaman. Regenerasi tumbuhan bawah, tegakan A. mangium, A. auriculiformis, P. falcataria di Paringin dan P. falcataria di Binuang telah diteliti. Hasil menunjukkan bahwa tegakan A. auriculiformis, A. mangium, P. falcataria di Paringin dan P. falcataria di Binuang telah diinvasi masing-masing 14,12,12 dan 11 jenis pohon tingkat semai dan semak. Jenis semakdidominasi C. odorata, Melastoma sp dan Glibadium sp sedangkan jenis pohon didominasi Neonauclea sp, V. cofassus, A.auriculiformis, Combretocarpus sp, Rubiaceae dan Lohidion sp. Indeks kesamaan komunitas dari tertinggi keterendah adalah A. auriculiformis dengan P. falcataria (37,0), A. auriculiformis dengan A. mangium (28,6), A. auriculiformis dengan P. falcataria Paringin (28,6), P. falcataria Binuang dengan P. falcataria Paringin 26,1 dan A. mangium dengan P. falcataria (25,1).

Kata kunci    : Reklamasi, re-vegetasi, suksesi, tanaman, tumbuhan bawah

 

Charomaini, M

Aplikasi atonik pada stek cabang bambu kuning = Atonic application on yellow bamboo branch cutting / M.Charomaini; Sri Hariyanti. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No. 1 ; Halaman 1-11 , 2005

Penelitian ini bertujuan meneliti pengaruh lama perendaman dan konsentrasi atonik pada pertumbuhan awal stek cabang bambu kuning. Penelitian dilakukan di Arboretum Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan menggunakan disain faktorial 3x3 yang diatur dalam disain acak lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi atonik 250 ppm (Al), 500 ppm (A2) dan 750 ppm (A3). Faktor kedua adalah lama perendaman dalam larutan atonik yaitu: 30 menit (Tl); 60 menit (T2); 90 menit (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan di antara konsentrasi atonik 500 ppm dan lama perendaman 30 menit adalah perlakuan terbaik untuk pertumbuhan stek cabang bambu kuning/gading {Bambusa vulgaris var. striata).

Kata kunci: Atonik, bambu kuning/gading, konsentrasi larutan, lama perendaman, stek cabang

 

Charomaini,M.

Penggunaan air dan pertumbuhan stek bambu kuning dari berbagai asal Propagul = Water application and growth of yellow bamboo culm cuttings from several propagul sources / M. Charomaini. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.1 ; Halaman 51-59 , 2005

Bambu banyak dikenal sebagai bahan pengganti kayu untuk bangunan, lantai dan kerajinan tangan. Di daerah pedesaan, bambu sangat berguna dan banyak bermanfaat untuk penahan erosi tanah, rebungnya dapat dimakan dan batang tua digunakan sebagai bahan bangunan, kerajinan tangan dan perkakas rumah tangga. Sekitar 12 jenis bambu telah ditentukan sebagai jenis yang harus diteliti dan dikembangkan di Indonesia. Bambu kuning/gading adalah salah satunya yang berprospek bagus untuk dikembangkan. Jenis ini sangat jarang ditanam masyarakat karena keterbatasan sumber rumpun di alam. Telah dikumpulkan propagul vegetatif dari beberapa sumber tumbuh rumpun yang terbatas dan tersebar yaitu di Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah dan Kalasan, Sleman, Yogyakarta dan telah ditanam di persemaian. Propagul stek batang ditanam secara mendatar dengan perlakukan tidak dan diisi dengan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber propagu dari Kalasan menunjukkan pertumbuhan lebih bagus dalam hal jumlah batang per rumpun, jumlah rumpun, pertumbuhan tinggi, persentasi pertumbuhan rumpun, persen jadi batang dan rumpun. Perlakuan pengisian air ke dalam buluh stek batang menghasilkan pertumbuhan yang cepat.

Kata kunci: Bambu kuning/gading, penggunaan air, stek batang, sumber propagul

 

Charomaini, M.

Peningkatan daya kecambah benih balsa melalui perendaman dalam air dan larutan kimiawi = Improving balsa seeds germination rate by means of immersion in water and chemical solution / M. Charomaini; Sri Rukun dan Diana Windiasih. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.2 ; Halaman 68-73 , 2005

Balsa {Ochroma sp.) berasal dari Amerika Latin, ditanam sebagai tanaman introduksi di Indonesia. Jenis ini tumbuh sangat cepat, kayuriya berwarna cerah, sangat ringan jika dipanen sebelum umur 5 tahun. Setelah umur tersebut, kayu akan berwarna semakin gelap dan keras atau berat, sehingga kualitasnya menurun untuk keperluan tertentu seperti pelampung, sol sepatu, bahan rangka pesawat dan perahu model. Penelitian ini dimaksudkan guna meneliti pengaruh perendaman benih dalam air panas, kalium nitrat (KNO3) dan asam sulfat (H2SO4) terhadap daya berkecambah. Penelitian ini dilakukan di Pusat Litbang Hutan Tanaman (P3HT) Yogyakarta. Penelitian terdiri dari faktor tunggal yang diatur dalam desain Acak Lengkap CRD menggunakan 4 perlakuan sebagai berikut: 1) benih tidak diberi perlakuan, kontrol; benih direndam air panas selama 6, 9 dan 12 jam. 2) benih direndam dalam larutan kalium nitrat 0,2% selama 20, 30 dan 40 menit; 3) benih direndam dalam larutan asam sulfat 95% selama 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dalam air panas selama 6 jam sampai 12 jam dan dalam larutan asam sulfat 95% selama 30 menit dapat meningkatkan perkecambahan benih.

Kata kunci: Dormansi, Ochroma sp., skarifikasi

 

Charomaini, M.

Skarifikasi benih dan penggunaan atonik dalam peningkatan pertumbuhan semai balsa = Seed scarification and application of atonik in escalating the balsa seedling growth / M. Charomaini; Nana Kusumatuti W.. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.2 ; Halaman 80-87 , 2005

Balsa (Ochroma sp.) menghasilkan kayu yang sangat ringan berwarna cerah. Kayunya sangat berguna sebagai bahan baku kotak, pelampung, kerajinan tangan dan sol sepatu. Sambil menunggu kegiatan pemuliaan, beberapa penelitian telah dilakukan dan salah satunya adalah peningkatan pertumbuhan semai dengan penggunaan atonik dan skarifikasi biji dengan perendaman benih dalam air panas dan larutan kalium nitrat (KNO3). Percobaan dibagi dalam 2 bagian, pertama adalah penggunaan air panas dan larutan kalium nitrat dalam skarifikasi biji dengan disain faktorial AcakLengkap menggunakan 4 ulangan perlakuan. Percobaan kedua adalah pengujian pengaruh larutan atonik terhadap pertumbuhan menggunakan percobaan faktorial 4x3 dalam disain Acak Lengkap dengan 3 ulangan perlakuan. Keempat perlakuan skarifikasi adalah 1) benih direndam dalam air panas selama 12 jam; 2) dalam kalium nitrat 0,1%; 3) dalam kalium nitrat 0,2% dan 4) dalam kalium nitrat 0,3% selama 30 menit. Tiga perlakuan atonik adalah 1) Kontrol, 0 ppm; 2) 500 ppm; 3) 1000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam air panas selama 12 jam terbukti efektif meningkatkan persentase perkecambahan benih. Perendaman biji dalam air panas selama 12 jam dan dikombinasi dengan penggunaan atonik 500 ppm pada bibit terbukti meningkatkan pertumbuhan tinggi, panjang akar dan berat kering semai.

Kata kunci: Atonik, balsa, pertumbuhan semai, skarifikasi

 

Hakim, Lukman

Eksplorasi ulin di Kalimantan untuk konservasi ex-situ = Explorations of ulin in Kalimantan for ex-situ conservation / Lukman Hakim; Prastyono; Abdurrahman Syakur. --Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.1 ; Halaman 21-31 , 2005

Eksploitasi kayu ulin semakin tidak terkendali seiring dengan perkembangan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun tidak diiringi dengan upaya konservasi dan budidaya. Kegiatan ini merupakan kegiatan awal upaya konservasi ulin oleh Tim P3BPTH dengan kegiatan eksplorasi dan penanganan materi genetik berupa biji di persemaian. Jumlah biji yang berhasil dikumpulkan sebanyak 1330 buah dari 4 sebaran alam di Kalimantan yaitu Sepaku Kalimantan Timur (PT. ITCIKU), Seruyan Hulu Kalimantan Tengah (PT. SBK), Nanga Tayap Kalimantan Barat (PT. SJM), dan Sumber Barito Kalimantan Tengah (PT.SSP). Kegiatan lanjutan yang dilakukan di persemaian adalah skarifiaksi, perkecambahan, penyapihan dan pengukuran yang dianalisis secara statistik melalui perhitungan nilai rata-rata dan jumlah frekuensi kelas. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabulasi. Hasil analisis data sebagai berikut: rata-rata persen biji yang viable sebesar 74%; rata-rata persen berkecambah sebesar 84%; Rata-rata tinggi bibit ulin setinggi 36,90 cm; rata-rata jumlah daun Sebanyak 9,89 buah. Sebaran tinggi berada pada 31 cm - 40 cm dan 41 cm - 50 cm; sedangkan kecenderungan pada kelas jumlah daun 6-10 buah sebesar 45%.

Kata Kunci: Eksplorasi benih, konservasi, ulin

 

Hardi TW, Teguh

Serangan karat puru pada tanaman sengon = Gall rust diseases on albizian trees / Teguh Hardi T. -- Wana Benih : Volume 6 No.2 ; Halaman 67-73 , 2005

Penelitian penyakit karat puru pada tanaman sengon di Lumajang telah dilaksanakan pada bulan Juni 2005. Gejala serangan penyakit terlihat dengan terjadinya benjolan pada ranting, cabang atau dahan tanaman sengon yang menyerupai bentuk mozaik. Berdasarkan hasil observasi di lapangan dan identifikasi di laboratorium diketahui bahwa patogen penyebab penyakit karat puru pada sengon di Lumajang adalah jamur Uromycladium sp. Intensitas serangan mencapai 100% pada persemaian dan mencapai 50% pada tanaman di lapangan dengan umur diatas 3 tahun.

Kata kunci: Benjolan, gejala, karat puru, tanaman sengon, Uromycladium sp

 

Hardi TW, Teguh

Hama pada tanaman cendana = Pests attacked on sandalwood tree / Teguh Hardi T. -Wana Benih : Volume 6 No.2 ; Halaman 75-81 , 2005

Tanaman cendana yang ditanam di Arboretum Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta telah terserang dua hama potensial, yaitu hama kutu hitam Saissetia sp. (Homoptera: Coccidae) dan ulat pemakan daun Delias sp. (Lepidoptera, Pieridae). Akibat serangan kedua jenis hama tersebut dapat menghambat pertumbuhan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terjadinya serangan hama ini sangat dipengaruhi oleh musim kemarau dan tanaman inang sekunder berupa perdu yang banyak tumbuh disekitar tanaman cendana. Pengamatan di laboratorium diketahui bahwa siklus hidup hama Saissetia sp. berlangsung sekitar 45 hari di dataran rendah dan mencapai 65 had pada dataran tinggi dengan kepadatan populasi mencapai 44.74 17.36 cangkang per 30 cm cabang cendana. Hama kutu hitam menyerang daun cendana dan buah cendana yang masih muda maupun yang telah masak. Di lapangan populasi kutu hitam dikendalikan oleh musuh alami yang ada dan sampai sekarang masih dalam penelitian.

Kata kunci: Cendana, hama, musuh alami, serangan hama

 

Hardi TW, Teguh

Daya kecambah dan daya tumbuh biji sengon yang disimpan selama tiga belas tahun dalam tempat penyimpanan dingin kering = Viability and vigor of Albizian seed during thirteen years on dry cold storag / Teguh Hardi T. -- Wana Benih : Volume 6 Suplemen No.01 ; Halaman 116-125 , 2005

Pengujian pengaruh penyimpanan biji sengon dalam DCS (T:0C, Kr: 98%) selama 13 tahun telah dilaksanakan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui daya kecambah dan daya tumbuh biji sengon setelah disimpan selama 13 tahun. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok, dengan perlakuan pendahuluan (A) direndam dengan air panas; (B) direndam dengan air dingin; dan (C) tanpa perendaman telah dilaksanakan di ruang Kelti KSDG Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan perendaman dengan air panas dapat memacu proses perkecambahan biji sengon dengan persentase rata-ratapertumbuhanmencapai 75.5%. Perkecambahan tertinggimencapai 93,3% berasal dari Getas Anyar, Magetan Jawa Timur, sedangkan persentase terendah sebesar 40.0% berasal dari Woga-woga, Papua.

Kata Kunci: Biji, daya kecambah, daya tumbuh, sengon

 

Hariyanto, Liliek

Variasi pertumbuhan cendana dari berbagai provenans pada umur delapan bulan = Growth variation of Santalum album Linn seedlings from several provenances at eight months / Liliek Hariyanto; Tri Pamungkas. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.2 ; Halaman 88-94 , 2005

Menurut Nyland (1996) kesehatan dan kondisi fisik (vigour) bibit tanaman akan menentukan laju awal pertumbuhan dan kemampuan hidup bibit setelah ditanam di lapangan. Adanya perbedaan genetik antar provenans diduga mempengaruhi perbedaan kemampuan adaptasi tanaman terhadap kondisi tempat tumbuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi pertumbuhan cendana tingkat semai dari berbagai provenans. Keragaman pertumbuhan bibit merupakan informasi penting untuk seleksi di masa mendatang. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (Completely Random Design) dengan 40 famili dengan 3 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 8 bibit sehingga jumlah bibit yang digunakan sebanyak 960 bibit. Hasil pengukuran menunjukkan terdapat variasi pertumbuhan tinggi dan diameter. Variasi terjadi antar provenans dan famili dalam provenans. Provenans yang menunjukkan pertumbuhan terbaik berasal dari Werena (Sumba) dengan tinggi 27,68 cm dan diameter 3,77 mm.

Kata kunci: Diameter, famili, provenans, Santalum album Linn, tinggi, variasi

 

Herawan, Toni

Kultur jaringan tiga species murbei hasil persilangan = In-vitro tissue culture of three species of hybrid mulberry / Toni Herawan; Teguh Hardi T. -- Wana Benih : Volume 6 No.1 ; Halaman 17-24 , 2005

Penelitian tentang perbanyakan vegetatif 3 jenis murbei hybrid, yaitu hybrid antara Morus australis x M indica (ASI), M. nigra x M indica (NI) dan M. multicaulis x M. indica telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Pusat Litbang Hutan Tanaman Yogyakarta. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi zat pengatur tumbuh 6-benzyl-amino-purine (BAP) pada perbanyakan 3 jenis bibit murbei hasil persilangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa perlakuan BAP dengan konsentrasi 0,5 mg/1 air memacu pertumbuhan tunas aksiler yang paling tinggi pada species murbei, hybrid Asi (hasil persilangan M. australis x M. indica).

Kata Kunci: Hormon pertumbuhan, konsentrasi, kultur jaringan, murbei, persuteraan alam

 

Herawan, Toni

Pengaruh media dan inang primer pada aklimatisasi cendana = The effect of media and primary host plant in aclimatization sandal wood / Toni Herawan. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No.01 ; Halaman 166-173 , 2005

Pengaruh media dan inang primer pada aklimatisasi cendana {Santalum album Linn.), bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media, jenis inang primer dan pengaruh kombinasi komposisi media dan jenis inang primer terhadap pertumbuhan cendana yang diaklimatisasi di rumah kaca. Penelitian difokuskan pada penggunaan media Ml (debu vulkanik: top soil - Purwobinangun: pupuk kandang) (3:1:1, v/v/v), M2 (debu vulkanik: top soil - Playen, Gunung Kidul: pupuk kandang) (3:1:1, v/v/ v) dan M3 (debu vulkanik: top soil-Kaliurang: pupuk kandang) (3:1:1, v/v/v). Faktor kedua adalah inang primer (T), terdiri dari Tl = kaliandra {Caliandra callotirsus), T2 = krokot (Crotalariajuncea), dan T3 = Cabe rawit = (Capsicum annum L.) pada aklimatisasi cendana di rumah kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dari media maupun inang primer responnya rendah terhadap aklimatisasi cendana di rumah kaca.

Kata kunci: Aklimatisasi, cendana, inang primer

 

Herawan, Toni

Pengembangan perakaran organ kultur pada Cendana = Root development of organ culture in sandalwood / Toni Herawan; Mohammad Na'iem. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No.01 ; Halaman 180-185 , 2005

Pengembangan perakaran organ kultur pada cendana (Santalum album Linn.) bertujuan untuk mengetahui respon jenis media, konsentrasi zat pengatur tumbuh kinetin dan kombinasi perlakuan jenis media dan konsentrasi zat pengatur tumbuh kinetin yang dapat memberikan respon terbaik terhadap perakaran cendana. Secara umum protokol kultur jaringan cendana telah diketahui, akan tetapi masih terdapat permasalahan dalam perakarannya. Dengan demikian penelitian ini difokuskan pada aplikasi media Vi MS, '/2 GD dan 14 WPM ditambah zat pengatur tumbuh IBA 20 mg/l, IAA 1 mg/l dan berbagai konsentrasi kinetin (0; 0,25; 0,50; 0,75 dan 1 mg/l) pada perakaran cendana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dasar '/> MS yang ditambah dengan IBA 20 mg/l, IAA 1 mg/l dan konsentrasi kinetin 0,75 mg/l memberikan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan perakaran cendana.

Kata kunci: Cendana, kinetin, kultur jaringan, zat pengatur tumbuh

 

Ismail, Burhan

Pengaruh asal sumber benih dan jarak tanam terhadap pertumbuhan sengon = Effect of the plant origin of seed source and spacing on Albizia growth / Burhan Ismail; Hidayat Moko. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.1 ; Halaman 43-50 , 2005

Pembangunan hutan tanaman sengon masih dihadapkan pada kendala asal sumber benih dan jarak tanam yang kurang optimal sehingga produktivitas tanaman masih rendah. Penelitian dengan tujuan untuk menguji asal sumber benih dan jarak tanam sengon telah dilakukan di areal Perum Perhutani di Jumo, Temanggung, Jawa Tengah, sejak September 2003 sampai Desember 2004. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah dengan 7 perlakuan asal sumber benih dan 3 perlakuan jarak tanam dengan 5 ulangan dan 5 tanaman setiap ulangan. Perlakuan asal sumber benih sebagai petak utama yaitu Biak, Wamena, Ciamis, Subang, Candiroto, Kediri dan Wonogiri, sedangkan perlakuan jarak tanam sebagai anak petak yaitu (2x2) m2, (2x3) m2 dan (2x4) m2. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman dan diameter batang setiap bulan dari 6-9 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal sumber benih berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang tetapi tidak pada perlakuan j arak tanam. Asal sumber benih dari Kediri menunjukkan perlakuan paling baik dilihat dari tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan asal benih yang lain, sedangkan jarak tanam (2x3) m2 memberikan pertumbuhan tanaman yang paling baik.

Kata kunci: Asal sumber benih, jarak tanam, Paraseanthes falcataria, sengon

 

Jayusman

Perbanyakan stek pada teknik penyiapan bahan klonal Gmelina = Cutting propagation of Gmelina arborea for a clonal material preparation technique / Jayusman. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.3 ; Halaman 103-108 , 2005

Percobaan penyiapan bahan klonal Gmelina arborea dilakukan dengan menggunakan coppice (trubusan) dari pohon terseleksi. Teknik pengakaran material stek dilakukan dengan cara penambahan hormon Natrium Acetid Acid (NAA) dengan konsentrasi (0 ppm/kontrol; 400 ppm; 1200 ppm; 2400 ppm dan 4000 ppm) pada media perbanyakan modifikasi sistem NMS - Non Mist System (Longman, 1993) yang merupakan tcknologi sederhana tanpa berkabut. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan perlakuan terbaik dalam kegiatan produksi masal bahan klonal Gmelina. Hasil percobaan menunjukkan bahwa produksi trubusan sangat baik untuk semua pohon yang diuji (7-15 tunas per pohon induk). Persentase tumbuh dan berakar stek (54,3 % - 92,3%), jumlah tunas (2 - 2,67 tunas), jumlah daun stek (15,3 - 19,67), jumlah akar primer (4,3 - 9), panjang akar primer (8,13 mm - 53,13 mm) dan nisbah tunas dan akar (1,62 - 3,06). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa aplikasi NAA menghasilkan pengaruh yang sangat nyata (P = 0,001), dengan nilai terbesar dihasilkan oleh konsentrasi 2400 ppm. Namun secara statistik aplikasi NAA kurang memberikan respon nyata terhadap parameter jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar primer, panjang akar primer dan nisbah pucuk dan akar.

Kata Kunci:    Gmelina arborea, klonal, NAA, teknik propagasi tanpa pengkabutan, trubusan

 

Jayusman

Perbanyakan gaharu melalui stek = Cutting propagation of A. malaccesis LAMK) / Jayusman. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.3 ; Halaman 117-124 , 2005

Perbanyakan stek gaharu telah dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk stek dan konsentrasi hormon Rootone-F yang sesuai. Penelitian menguji stek pucuk dan stek batang pada konsentrasi hormon pertumbuhan Rootone yaitu 0 g (kontrol), 0,5 gr/40 ml, 1 gr/40 ml, 1,5 gr/40 ml, 2 gr/40 ml dan bentuk tepung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa stek pucuk memberikan nilai terbesar pada persen jadi stek, jumlah daun dan kekokohan semai gaharu masing- masing 56,7% - 76,8%, 12,6 - 2,9 dan 0,012 - 0,042, dibandingkan stek batang dengan nilai 23,4% - 36,7%, 1,53-3 dan 0,017 - 0,024. Rootone-F pada konsentrasi 1,5 gr/40 ml cukup sesuai untuk perbanyakan stek gaharu karena menghasilkan nilai terbesar untuk semua parameter yang diuji pada penelitian ini. Kesimpulan yang dapat dikemukakan bahwa teknik yang digunakan pada penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk produksi bibit gaharu secara masal.

Kata kunci:  Aquillaria malaccensis, hormon pertumbuhan, stek pucuk dan stek batang

 

Jayusman

Penyiapan bibit gaharu melalui stump dan cabutan anakan alam = Seedling preparation of A. malaccensis LAM K using stump and wilding / Jayusman. -- Wana Benih : Volume 6 Suplemen No.01 ; Halaman 82-90 , 2005

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bahan perbanyakan cabutan anakan alam dan stump gaharu pada Rootone-F dan Atonik. Persen jadi bibit dan jumlah daun terbesar ditunjukkan oleh bahan perbanyakan cabutan pada Rootone-F sebesar 86,7% dan 2,6 diikuti cabutan pada Atonik sebesar 71,7% dan 2,2 serta kontrol sebesar 75% dan 1,9. Hasil serupa ditunjukkan bahan perbanyakan stump pada Rootone-F sebesar 81,7 % dan 1,9 diikuti stump denganAtonik sebesar 80% danl,8 serta perlakuan kontrol 65% dan 1,4. Pengujian menunjukkan bahwa Rootone-F memberikan nilai persen jadi bibit dan jumlah daun terbesar dibandingkan Atonik. Berdasarkan pengujian ini dapat disimpulkan bahwa teknik stump dan cabutan sesuai diterapkan untuk penyiapan bibit gaharu secara masal.

Kata kunci:  Aquillaria malaccensis LAMK, cabutan, hormon, pertumbuhan stump

 

Jayusman

Pengujian nilai perkecambahan surian berdasarkan daerah sumber benih = Germination value test of Toona spp from several seed source / Jayusman; Wendra S. Manik. --Wana Benih : Volume 6 Suplemen No.01 ; Halaman 100-107 , 2005

Pengujian sumber benih surian difokuskan pada karakter nilai kecambah dan persentase kecambah dilakukan terhadap sumber benih yang berasal dari Sipolha-Simalungun, Ambarita - Samosir dan Tarutung - Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentase kecambah tertinggi dihasilkan sumber benih dari Tarutung (95,5%), diikuti Sipolha (94,4%) dan Ambarita (93,3%). Nilai kecambah tertinggi dihasilkan sumber benih dari Ambarita (0,49), Sipolha (0,46) dan Tarutung (0,45). Hasil sidik ragam terhadap persentase kecambah dan nilai kecambah menunjukkan hasil berbeda tidak nyata di antara tiga sumber benih yang diuji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa benih surian yang diuji memiliki nilai kecambah kriteria menengah

Kata kunci: Nilai kecambah, persentase kecambah, sumber benih, surian

 

Kartikawati, Noor Khomsah

Tingkat inkompatibilitas bersilang sendiri pada tanaman kayu putih = self-incompatibility level on Cajuput / Kartikawati, Noor Khomsah. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.3 ; Halaman 141-147 , 2005

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat inkompatibilitas pada tanaman kayu putih. Penyerbukan terkendali dilakukan pada kebun benih uji keturunan kayu putih di Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta. Sembilan pohon plus dipilih sebagai pohon induk berdasarkan potensi pembungaannya. Pohon induk disilangkan secara resiprokal dengan menggunakan desain full diallel. Penyerbukan sendiri juga dilakukan untuk mengetahui tingkat inkompatibilitas bersilang sendiri pada tanaman ini. Hampir semua buah hasil penyerbukan sendiri gugur sedangkan hasil penyerbukan silang berhasil. Hasil penelitian menunjukkan tingkat inkompatibitas bersilang sendiri pada tanaman kayu putih sangat rendah, yaitu 0.05 sehingga termasuk tanaman yang tidak kompatibel bersilang sendiri. Ini menggambarkan usaha peningkatan produksi benih hasil penyerbukan terbuka sudah aman dari kemungkinan selfing sehingga tidak ada penurunan kualitas akibat kawin kerabat.

Kata kunci:   Geitonogamy, inkompatibilitas bersilang sendiri, kayu putih, penyerbukan sendiri

 

Leksono, Budi

Evaluasi uji peningkatan genetik mangium = Evaluation of the genetic gain trial of mangium / Budi Leksono, Teguh Setyaji, Nur Hidayati. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.2 ; Halaman 60-67 , 2005

Uji peningkatan genetik Acacia mangium di Wonogiri di bangun tahun 2001 dengan tujuan untuk memprediksi perolehan genetik yang sesungguhnya dari kebun benih generasi pertama dibandingkan dengan tegakan benih. Desain menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (RCBD), 4 ulangan, 8 sumber benih, 100 pohon/plot (10 pohon x 10 pohon) dan jarak tanam 4 m x 2 m. Sumber benih terdiri atas 6 kebun benih semai (KBS) dan 2 areal produksi benih sebagai kontrol. Hasil uji pada tingkat semai menunjukkan persen tumbuh 96% dan berbeda nyata pada sifat diameter dengan semai KBS Grup A yang terbaik. Pertumbuhan tanaman menunjukkan adanya perbedaan yang nyata pada umur 12 bulan setelah tanam. Tanaman dari kebun benih semai lebih baik dari pada tegakan benih dengan peningkatan perolehan genetik sebesar 20,8 % - 22,8 % (tinggi), 19,6 % - 25,8 % (diameter) dan 22,4% (bentuk batang). Urutan kebun benih yang terbaik adalah KBS Group B, KBS Wonogiri dan KBS Group A dengan asal benih dari Papua New Guinea (PNG).

Kata kunci: Acacia mangium, areal produksi benih, kebun benih, uji peningkatan genetic

 

Mahfudz

Pengaruh penggunaan biostimulan, jenis dan volume media terhadap pertumbuhan semai jati = The effect of biostimulant application, type and media volume on the growth of teak seedling / Mahfudz ...[et al] . -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No.01 ; Halaman 156-164 , 2005

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan biostimulan, jenis dan volume media terhadap pertumbuhan semai jati. Penelitian terdiri atas 3 faktor, yaitu faktor pertama (tanpa biostimulan dan dengan biostimulan), faktor kedua (tanah, campuran tanah dan sekam padi, campuran tanah dan pupuk kandang sapi, campuran tanah dan kompos) dan faktor ketiga (volume media 0,28 1 dan 0,37 1). Rancangan penelitian adalah rancangan petak-petak terbagi. Parameter yang diamati adalah tinggi, diameter, kekokohan, berat kering pucuk, berat kering akar serta berat kering total semai. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan biostimulan memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan semai jati dan secara nyata mempengaruhi parameter berat kering total semai sebesar 12,25%. Media yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan semai jati adalah campuran tanah dan kompos. Penggunaan volume media tumbuh 0,37 1 menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik pada parameter diameter dan semua berat kering semai dibandingkan dengan volume media 0,28 1.

Kata kunci: Aquastore, biostimulan, semai jati

 

Mahfudz

Pengaruh kedewasaan jaringan dan posisi cabang pada tajuk pohon induk terhadap keberhasilan stek pucuk jati = The effect of maturity and branch position in mother tree on shoot cutting methods of steak / Mahfudz dan Mohammad Na'iem. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No.01 ; Halaman 186-193 , 2005

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedewasaan jaringan pada berbagai kelas umur dan posisi tajuk dari pohon induk yang berbeda terhadap keberhasilan stek pucuk jati. Penelitian dilakukan mulai bulan April 2003 sampai Nopember 2003. Rancangan yang digunakan adalah RCBD dengan pola faktorial 4x2, yang terdiri atas 4 faktor kelas umur (IIJII, IV dan V) dan 2 faktor posisi cabang (tajuk atas dan tajuk bawah) pada pohon induk. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kedewasaan jaringan terhadap keberhasilan stek pucuk jati. Pohon induk dengan kelas umur II dan III memberikan prosentase keberhasilan stek pucuk yang lebih tinggi yaitu 78,5% dan 72,0%. Materi vegetatif yang diambil dari cabang pada tajuk bagian bawah pohon induk memberikan keberhasilan sebesar 73,5%. Perbedaan kelas umur pohon induk juga berpengaruhnyata pada terhadap pertumbuhan tanaman terutama pada pertumbuhan tinggi dan diameter serta semua parameter pada stek pucuk. Posisi tajuk juga berpengaruh pada pertumbuhan diameter dan jumlah akar tanaman hasil stek pucuk. Pohon induk dengan kelas umur II memberikan hasil tertinggi untuk diameter 6,18 mm dan jumlah akar stek 3,92 buah.

Kata kunci: Jati, kedewasaan jaringan, perbanyakan vegetatif

 

Mashudi

Aplikasi variasi media perkecambahan pada persemaian pulai = Application of germination media variation of pulai nursery / Mashudi; Dedi Setiadi, Surip. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.1 ; Halaman 13-19 , 2005

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media perkecambahan yang bagus untuk persemaian pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br.J. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Yogyakarta mulai Februari sampai April 2004. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 100 benih. Parameter yang diukur meliputi persen berkecambah, kecepatan berkecambah, persen tumbuh dan tinggi semai. Berdasarkan hasil analisis, dari beberapa parameter yang diamati berbeda nyata. Media campuran pasir + kompos (3:1) merupakan media terbaik sebagai media perkecambahan.

Kata kunci: Alstonia scholaris, media perkecambahan, persemaian

 

Mashudi

Aplikasi media sapih dan dosis pupuk terhadap pertumbuhan bibit di persemaian = Application of growth media and fertilizer dosage on Alstonia scholaris (L) R. Br. seedling growth at Nursery / Mashudi ...[et al] . -- Wana Benih : Volume 6 No.1 ; Halaman 31-40 ,2005

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media sapih dan dosis pupuk yang baik untuk persemaian pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br.). Penelitian dilaksanakan di persemaian Pusvat Litbang Hutan Tanaman, Yogyakarta mulai bulan Maret sampai September 2004. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor (media sapih dan dosis pupuk) dan 4 taraf untuk masing - masing faktor, sehingga seluruhnya terdapat 16 perlakuan. Ulangan yang digunakan sebanyak 4 kali dan masing - masing ulangan terdiri dari 5 bibit. Media tumbuh yang digunakan adalah top soil (A1), campuran top soil dan kompos (A2), campuran top soil dan sabut kelapa (A3), dan campuran top soil, kompos dan sabut kelapa (A4). Sedangkan dosis pupuk yang digunakan adalah tanpa pupuk (B1), o,5 gr (B2), 1,0 gr (B3) dan 1,5 gr (B4). Parameter yang diamati adalah persen hidup, tinggi bibit, diameter bibit dan jumlah daun. Berdasarkan hasil analisis karakter tinggi dan diameter bibit berbeda nyata, sedangkan karakter persen hidup dan jumlah daun tidak berbeda nyata. Secara berturut - turut 3 perlakuan terbaik adalah media top soil dan pupuk 0,5 gr (A1, B2), media campuran top soil, kompos dan pupuk 1 gr (A2, B3), serta media tanah tanpa pupuk (A1, B1).

Kata Kunci: Alstonia scholaris, pemupukan, media sapih, persemaian

 

Noorhidayah

Studi kualitas bibit kayu kuku dari tegakan benih teridentifikasi = Study on Pericopsis mooniana seedling quality from indentified seed stand / Noorhidayah. -- Wana Benih : Volume 6 No.2 ; Halaman 47-57 , 2005

Penelitian ini dilakukan untuk menetukan kualitas benih dan bibit kayu kuku. Benih yang digunakan berasal dari 5 pohon induk pada tegakan benih teridentifikasi di desa Bunati Kalimantan Selatan, yakni pohon nomor 73, 83, 87, 92 dan 96. Penentuan kualitas benih dilakukan dengan mengecambahkan 100 benih dari tiap pohon induk. Metode yang digunakan untuk mengetahui kualitas bibit adalah rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 10 ulangan. Waktu penelitian selama 4 bulan. Persentase perkecambahan daft laju perkecambahan merupakan parameter yang diamati untuk kualitas benih, sedangkan persentase tumbuh, tinggi bibit, diameter dan jumlah daun merupakan parameter untuk kualitas bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan tertinggi benih dari pohon nomor 96 (58%) dan terendah nomor 73 (28%), laju perkecambahan tertinggi benih dari pohon nomor 83 (14,41 hari) dan terendah nomor 92 (29,64 hari). Bibit yang berasal dari pohon nomor 96 menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yang diamati.

Kata kunci: Kayu kuku, kualitas benih, kualitas bibit, tegakan benih teridentifikasi

 

Pudjiono, Sugeng

Heterosis pada beberapa jenis murbei hibrid hasil persilangan terkendali = Heterosis on some hybrids mulberries of control pollination originated / Sugeng Pudjiono, Mohammad Na'iem. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.1 ; Halaman 33-41 , 2005

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya hybrid vigor/heterosis pada murbei hibrid dari nilai produksi daun dan kandungan protein daunnya. Penelitian dilakukan selama 14 bulan mulai Agustus 2003 sampai September 2004. Pengukuran dilakukan terhadap tanaman murbei hibrid yang ditanam di lapangan umur 4 bulan berupa pengukuran jumlah daun, berat daun, produksi daun dan kandungan protein daun. Metode penghitungan heterosis menggunakan rumus h = Fl(P1+ P2)/2 dari Hallauer dan Miranda 1981. Hasil menunjukkan bahwapersilangan tetua betina dan jantan yang berbeda menghasilkan heterosis yang berbeda. Jumlah individu yang mempunyai nilai heterosis produksi daun adalah sebanyak 98 dari 392. Heterosis yang terbaik ditunjukkan oleh persilangan M. multicaulis x M. atropurpurea. Rata-rata nilai Fl hibrid hasil persilangan dengan tetua jantan M. atropurpurea menghasilkan hibrid vigor/heterosis, sedangkan persilangan seluruh induk betina dengan tetua jantan M. bombycis maupun M. alba var kanva 2 tidak menunjukkan heterosis. Hal ini menunjukkan bahwa tetua M. atropurpurea mempunyai kecenderungan untuk menghasilkan hibrid yang heterosis. Individu heterosis pada kandungan protein daun adalah sebanyak 49 dari 98. Fl rata-rata yang menunjukkan heterosis kandungan protein terbesar adalah silangan antara M alba x M. atropurpurea.

Kata kunci : Heterosis, hibrid, murbei, persilangan terkendali

 

Pudjiono, Sugeng

Pertumbuhan beberapa tanaman murbei hibrid hasil persilangan terkendali = Growth of mulberries hybrid from control pollination / Sugeng Pudjiono. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.2 ; Halaman 74-79 , 2005

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pertumbuhan murbei hibrid hasil persilangan terkendali di persemaian. Waktu penelitian selama 2,5 bulan mulai Desember 2003 sampai dengan Pebruari 2004. Bahan tanaman yang digunakan sebanyakl5 jenis semai murbei hibrid. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap berblok (RCBD) dengan 4 ulangan masing-masing 10 unit. Karakter pertumbuhan yang diukur adalah persentase hidup semai, tinggi, diameter dan jumlah daun pada semai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hidup semai, tinggi, diameter dan jumlah daun dipengaruhi oleh induk betina dan interaksi induk betina dan jantan. Persentase hidup, tinggi dan jumlah daun dipengaruhi oleh induk jantan. Murbei hibrid M. alba x Tosawase merupakan hibrid terbaik dalam hal pertumbuhannya.

Kata kunci: Hibrid, persemaian, persilangan terkendali, pertumbuhan

 

Pudjiono, Sugeng

Pengaruh pupuk organik limbah udang terhadap pertumbuhan murbei setelah pangkasan kedua = Effect of organic fertilizer from shrimp waste on mulberry growth after second hedging / Sugeng Pudjiono ...[et al] . -- Wana Benih : Volume 6 No.1 ; Halaman 9-16 , 2005

Mutu daun murbei dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain kesesuaian tanah, bentuk pangkasan, penyinaran, pemupukan dan pengairan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pupuk organik limbah udang terhadap pertumbuhan tanaman murbei. Penelitian dilaksanakan di daerah Palem Purwobinangun Pakem Sleman Yogyakarta pada ketinggian tempat 500 m dpl. Penelitian dilakukan selama 4 bulan menggunakan rancangan RCBD. Perlakuan yang diujikan adalah takaran pupuk limbah udang padat yaitu 0 (kontrol) gr/tanaman, 250 gr/tanaman, 500 gr/tanaman dan 1000 gr/tanaman. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali, tiap ulangan terdiri dari 25 unit tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk limbah udang membantu dalam proses fisiologi tanaman murbei dan berpengaruh nyata pada parameter pertumbuhan, jumlah daun dan jumlah cabang pada takaran 1000 gr/tanaman. Pemberian pupuk limbah udang mempunyai kecenderungan meningkatkan pertumbuhan lebih baik pada pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah daun, jumlah cabang, berat daun dan berat cabang seiring dengan peningkatan pemberian dosis pupuk.

Kata kunci: Pupuk organik, limbah udang, murbei

 

Rimbawanto, Anto

Identifikasi klon jati dengan penanda scar = Identification of teak clone using scar marker / Anto Rimbawanto, Suharyanto. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No.01 ; Halaman 148-155 , 2005

Pembangunan bank klonal jati {Tectona grandis L.) merupakan faktor penting dalam program clonal forestry. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan kebun klonal skala besar adalah kurangnya kepastian informasi asal-usul genetik ataupun tingginya kesalahan pelabelan dari klon-klon yang dihasilkan. Pada saat ini telah berkembang metode yang akurat dalam identifikasi klon jati dengan menggunakan penanda DNA. Penanda SCAR (Sequence Characterized Amplified Region) yang merupakan modifikasi dari metode RAPD, digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi kebenaran klon diantara dua klon jati, dengan masing-masing klon terdiri dari 10 ramet dan 1 ortet. Delapan polimorfik primer SCAR jati yang digunakan mampu menghasilkan 9 marker. Berdasarkan hasil amplifikasi, tipe genotipe masing-masing klon dapat diketahui dan kesamaan genetik kemudian dihitung berdasarkan Nei dan Li, sedangkan analisis dendogram dihitung berdasarkan metode UPGMA. Hasil analisis kesamaan genetik dan dendogram menunjukkan bahwa klon 1 mempunyai tipe genotipe a dan tergabung dalam satu kluster sehingga dapat dikatakan tidak terdapat kesalahan pelabelan. Sedangkan pada klon 2, terdapat dua tipe genotipe, dimana ortet dan ramet no.4 mempunyai tipe genotipe yang sama dengan tipe genotipe dari klon 1 dan sembilan ramet yang lainnya mempunyai tipe genotipe b. Hal ini berarti bahwa telah terjadi kesalahan pengambilan sampel dari ortet klon 2 dan juga ramet no.4 yang sebenarnya merupakan anggota klon 1. Analisis kekuatan diskriminasi (KD) menunjukkan bahwa tiga dari 9 penanda (T002-1, T044 dan T061) memiliki kemampuan yang optimal dalam mengidentifikasi 2 klon jati.

Kata kunci: Identifikasi klon, jati, penanda SCAR

 

Setiadi, Dedi

Pengaruh tinggi pangkasan induk terhadap kemampuan bertunas tanaman sukun pada kebun pangkas = The effect of height of cutting on sprouting ability of sukun at hedging stock / Dedi Setiadi, Hamdan A. Adinugraha. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.3 ; Halaman 109-116 , 2005

Tanaman sukun merupakan tanaman yang bersifatpartenocarphy sehingga tidak dapat menghasilkan biji, maka pembiakan tanaman sukun dilakukan secara vegetatif. Penelitian pengaruh tinggi pangkasan terhadap produktivitas stek pucuk sukun pada kebun pangkas dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (CRD) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan di mana masing-masing perlakuan 5 bibit sehingga jumlah bibit seluruhnya 60 bibit. Perlakuan yang digunakan dengan tinggi pangkasan masing-masing, yaitu Tl = 50 cm, T2 = 40 cm, T3 = 30 cm dan T4 = 20 cm. Parameter yang diukur adalah tinggi tunas, diameter tunas, jumlah tunas, jumlah tunas siap stek dan persen hidup 1 bulan. Perlakuan tinggi menyebabkan respon pertumbuhan panjang dan diameter tunas yang berbeda nyata. Pada respon pertumbuhan jumlah tunas, jumlah tunas siap stek dan persentase hidup tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Tinggi pangkasan 50 cm merupakan perlakuan tinggi pangkasan terbaik terhadap pertumbuhan jumlah tunas dengan menghasilkan tunas sebanyak 29,4 tunas dan jumlah tunas siap stek dengan menghasilkan tunas siap stek sebanyak 22,73 stek

Kata kunci: Kebun pangkas, sukun, tinggi pangkasan

 

Setiadi, Dedi

Perendam air dingin sebagai perlakuan perkecambahan benih jenis araukaria = Cold water soaking pretreatment on the germination process of araucaria cunninghamii seeds / Dedi Setiadi; susanto; Alin Maryati. -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 No.3 ; Halaman 125-129 , 2005

Araucaria cunninghamii merupakan salah satu jenis konifer yang tumbuh pada hutan tropis dan sangat potensial sebagai kayu perdagangan. Penelitian penanganan benih serta pengaruhnya terhadap mutu bibit Araukaria dengan menggunakan rancangan acak lengkap kelompok (CRD) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan, dengan masing-masing perlakuan 15 butir benih sehingga benih seluruhnya 225 butir benih. Perlakuan yang digunakan yaitu Tl = Perendaman dengan air dingin selama 24 jam, T2 = Perendaman dengan air dingin selama 18 jam, T3 = Perendaman dengan air dingin selama 12 jam, T4 = Perendaman dengan air dingin selama 6 jam dan TO = Tanpa perendaman (kontrol), kemudian masing-masing perlakuan diperam pada kantong plastik hitam selama 48 jam. Parameter yang diukur adalah daya kecambah dan kecepatan berkecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman air dingin selama 18 jam merupakan perlakuan terbaik untuk meningkatan daya kecambah sebesar 55% dan rata-rata kecepatan berkecambah selama 16 hari.

Kata kunci: Araucaria cunninghamii, biji, perlakuan perkecambahan

 

Setiadi, Dedi

Variasi pertumbuhan bibit sukun dari beberapa sumber benih = The growth variation of breadfruit from several seed sources / Dedi Setiadi, Hamdan A. Adinugraha, Prastyono. --Wana Benih : Volume 6 No.2 ; Halaman 59-66 , 2005

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variasi pertumbuhan bibit sukun dari beberapa sumber benih. Parameter yang diamati dari 9 sumber benih meliputi tinggi bibit, diameter bibit, jumlah tunas, jumlah daun dan kekokohan bibit. Penelitian ini dirancang dalam pola rancangan acak lengkap kelompok. Setiap sumber benih terdiri 5 ulangan masing-masing 10 bibit untuk parameter yang diamati. Pengamatan dilakukan pada umur bibit 4 bulan setelah penyapihan. Berdasarkan ke- 5 parameter pengamatan, diantara sumber benih menunjukan perbedaan yang nyata. Secara berurutan sumber benih Sesaot merupakan sumber benih sukun yang menghasilkan bibit dengan kualitas yang paling baik dan diikuti sumber benih Condong Catur. Denpasar Selatan, Banyuwangi, Sukaraja, Doom Barat/Timur, Tacipi, Bongaya dan Sanggeng.

Kata kunci: Sukun, sumber benih, variasi pertumbuhan

 

Siagian, Y. Togu

Pengaruh tinggi pangkasan terhadap pertunasan dan daya perakaran Stek pucuk jenis Hopea = The effect of Hedging Treatment to thesSprouting and rooting of leafy cutting of hopea species /Y. Togu Siagian; Hamdan Adma Adinugraha. -- Wana Benih : Volume 6 No.1 ; Halaman 25-30 , 2005

Teknik rejuvenasi dengan cara pemangkasan pada jenis H. odorata diperlukan untuk mendapatkan trubusan sebagai bahan stek. Dalam percobaan ini dilakukan pemangkasan dengan 5 tingkat ketinggian yaitu 10 cm, 20 cm, 30 cm, 40 cm dan 100 cm diatas tanah dengan tujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kemampuan bertunas dan pertumbuhan stek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi pangkasan dan diameter batang menyebabkan terjadinya variasi pada pertunasan. Pemangkasan 100 cm menghasilkan jumlah tunas dan panjang tunas terbaik yaitu 19,6 tunas dengan panjang 13,3 cm. Batang tanaman H. odorata yang berukuran. lebih besar memproduksi tunas lebih banyak dari pada yang berukuran lebih kecil. Tunas yang diambil dari pangkasan setinggi 20 cm menunjukkan pertumbuhan stek pucuk terbaik yaitu 45,6 % stek berakar dengan persen hidup sampai umur 6 minggu mencapai 89,7 %.

Kata kunci: Hopea odorata, pemangkasan, persen hidup stek, pertunasan

 

Sunarti, Sri

Pengujian viabilitas serbuk sari murbei pada berbagai tahapan bunga dan lama penyimpanan = Pollen viability test of mulberry at stages of flower and storage period / Sri Sunarti; Sugeng Pudjiono. -- Wana Benih : Volume 6 No.1 ; Halaman 1-7 , 2005

Uji viabilitas serbuk sari murbei jenis Moms alba var Kanva 2 telah dilakukan di laboratorium P3HT, Yogyakarta. Media yang digunakan dalam pengujian tersebut adalah media Brewbakers yang telah dimodifikasi oleh Owens (1991). Perlakuan yang diterapkan adalah tahapan bunga, yaitu tahap bunga sebelum reseptif, saat reseptif dan setelah reseptif, kemudian dilanjutkan dengan periode penyimpanan selama 1 hari - 3 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bunga pada tahapan reseptif yang paling tinggi viabilitas serbuk sarinya (38,13%) dan serbuk sari tidak dapat disimpan walaupun sehari pada suhu 0C.

Kata kunci: Moms alba var Kanva 2, tahapan bunga, viabilitas serbuksari

 

Sunarti, Sri

Produksi benih mangium berdasarkan posisi tajuk di plot uji persilangan interspesifik Mangium x formis = Seed production of mangium based on crown position observed at interspecific crossing plot test of Mangium x formis / Sri Sunarti; Sumaryana; Marlan. --Wana Benih : Volume 6 No.2 ; Halaman 41-45 , 2005

Keberhasilan produksi benih suatu tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain musim pembungaan. Kelimpahan bunga pada setiap bagian tajuk berbeda. Bagian tajuk yang mendapat penyinaran cahaya matahari yang penuh akan berbunga lebih banyak dibandingkan dengan bagian lain yang kurang mendapatkan penyinaran matahari. Hasil penelitian produksi benih A. mangium berdasarkan posisi tajuk ini menunjukkan bahwa bagian tajuk paling atas dan sisi tajuk sebelah timur akan memproduksi benih paling banyak, sedangkan tajuk bagian bawah memproduksi benih paling sedikit.

Kata-kata kunci: Acacia mangium, posisi tajuk, produksi benih

 

Yelnititis

Perbanyakan meranti secara in vitro = Multiplication of meranti (Shorea leprosula) through in vitro method / Yelnititis ...[et al] . -- Jurnal Penelitian Hutan Tanaman : Volume 2 Suplemen No.01 ; Halaman 174-179 , 2005

Meranti {Shorea leprosula Miq.) merupakan salah satu tanaman hutan yang termasuk ke dalam spesies asli Indonesia yang mempunyai prospek untuk dikembangkan hutan tanaman. Perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman, Yogyakarta. Batang satu buku dijadikan sebagai eksplan. Sterilisasi eksplan dilakukan secara bertingkat dengan menggunakan alkohol, HgCl, dan bayclin serta terakhir dibilas dengan akuades steril sebanyak tiga kali. Media dasar Murashige dan Skoog (MS) digunakan sebagai media tumbuh. Perlakuan yang diuji adalah penambahan zat pengatur tumbuh BA (0,0 3,0 mg/1). Penelitian disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 kali ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap waktu inisiasi tunas, jumlah tunas dan penampakan biakan secara visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media MS + BA.2,0 mg/1 merupakan perlakuan terbaik untuk inisiasi. Rata-rata jumlah tunas yang diperoleh dari perlakuan ini adalah 5,5. Tunas yang dihasilkan berwarna hijau segar, agak gemuk dengan laju pertumbuhan lambat.

Kata kunci: Kultur in vitro, meranti, Shorea leprosula

 

Yuliah

Uji keturunan semai cendana umur enam bulan di persemaian = The sixth month seedling Santalum album Linn. progeny trial in nursery / Yuliah, Liliek Hariyanto. -- Wana Benih : Volume 6 Suplemen No.01 ; Halaman 108-114 , 2005

Populasi cendana saat ini mengalami penurunan yang tinggi. Untuk merehabilitasi hutan cendana diperlukan benih dengan kualitas yang baik. Uji keturunan merupakan langkah awal untuk membuat kebun benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan hidup bibit cendana di persemaian dan mengetahui variasi sifat tinggi dari berbagai asal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok dengan 18 famili sebagai perlakuan, 4 replikasi terdiri dari 4 bibit sehingga total bibit 288. Hasilnya menunjukkan cendana memiliki kemampuan hidup tinggi dipersemaian mencapai 91.67% dan adanya variasi terhadap sifat tinggi diantara famili yang diuji. Pada umur 6 bulan, famili yang memiliki sifat tinggi terbaik dari Fenun (P.Timor) dengan tinggi 20.47 cm.

Kata Kunci: Famili, provenans, Santalum album Linn, tinggi, variasi